Culture Shock

Hari ini pas satu minggu aku berada di Malang, Indonesia. Dalam satu minggu, aku sudah makan nasi padang, bakso, nasi goreng, sate ayam, ceker, dan, soto. Makanan-makanan yang aku idam-idamkan selama ini. Masih banyak lagi makanan yang ingin aku makan sebelum kembali studi ke Australia. Dalam satu minggu, jadual bertemu teman-teman lama, silaturahmi ke saudara, dan family time juga full. Satu minggu berlalu dengan sangat cepat, dan aku sukanya, aku jarang buka media sosial. Walaupun agak-agak bersalah karena aku punya tanggungjawab di organisasi.

Continue reading

Going to Wilsons Promontory National Park

Aku belum pernah mendaki di Indonesia, dan aku ingin sekali mendaki karena banyak yang bilang bahwa pendakian itu sangat menyenangkan. Lalu, siapa sangka bahwa pengalaman pendakianku pertama berlangsung di negeri rantau, Australia.

Aku dan grup arisan -iya aku punya kelompok arisan di sini- memutuskan untuk mengadakan arisan bulan Februari di Wilsons Promontory National Park karena mumpung masih liburan. Kalau sudah waktunya kuliah tentu kami pasti akan fokus mengerjakan esai, sehingga akan sulit untuk sekedar berkumpul bersama-sama. Lalu, di sana ada banyak pantai yang bisa dinikmati dan gunung yang didaki. Kami memutuskan untuk membuat tenda di sana dan mendaki pagi-pagi.

Pada hari pertama, 3 Februari kemarin, kami singgah ke Norman lookout dan Pantai Squeaky.

Squeaky artinya mencicit. Pasir pantai di sana memang kalau diinjak ada suara mencicit.

Continue reading

Curhat Research Paper

Semester ini aku ada mata kuliah Language and Intercultural Communication, dan ada final assignment berupa Research Paper. Sebenarnya aku suka research sih, dan aku sudah menulis bagian literature review dengan bahagia karena aku sudah tahu apa yang aku tulis, sampai dosen aku bilang, “Your research is extreme.”

Continue reading

Ulang Tahun, Umur Bertambah atau Berkurang?

Hari ini aku ulang tahun yang ke-24. Kata teman-temanku yang sesama awardee LPDP, aku masih terbilang cukup muda. Tapi tentu saja mereka bilang begitu karena kami sebaya atau karena mereka lebih tua dari aku. Mas dan mbak, suami istri, yang tinggal serumah denganku juga berkata aku umur segini masih muda. Tentu mereka bilang begitu, karena mereka membandingkannya dengan umur mereka sendiri. Aku sendiri, dalam sudut pandangku, merasa aku sudah cukup tua tetapi aku merasa aku belum mencapai banyak hal. Miley Cyrus saja sudah mau meluncurkan album yang ke-6, sedangkan aku menerbitkan jurnal saja belum pernah. What have I done in my life?

Lalu, ketika aku berulang tahun dulu, aku selalu mengharapkan banyak ucapan dan hadiah dari siapapun. Pokoknya yang namanya ulang tahun harus istimewa karena kejadian ini cuman setahun sekali. Namun hari ini aku merasa, ulang tahun, terus kenapa? I’m not really expecting someone says happy birthday to me, I don’t really know why. Aku merasa banyak hal yang lebih penting dari sekedar perayaan ulang tahun. Sekali lagi aku merasa pencapaianku belum banyak dan aku tidak berhak merayakan hal tersebut. Continue reading

Hello, Aussie!

Sebenarnya ini hari ketiga aku sudah sampai di Aussie, tetapi malam ini aku baru sempat menulis di blog lagi. Padahal lebih afdhol kalau cerita pengalaman itu langsung ditulis, kan? karena tentu akan lebih mudah menulis secara detail tanpa harus mereka ulang kembali, tetapi apa boleh buat karena baru ini kesempatan aku untuk menulis. Jadi, begini ceritanya:

 

24-hour Journey Continue reading