Partner Hidup

Semakin aku dewasa, aku merasa hubunganku dengan orang tua bukan hanya sekadar hubungan antara bapak-ibu dan seorang anak. Aku merasa hubungan kami berkembang menjadi partner hidup atau teman. Dulu, orang tua bagiku adalah teladan, tempat meminta saran, nasihat, pokoknya apa-apa yang selalu dituakan. Namun sekarang, orang tuaku pun kadang meminta nasihat dari aku dan kami sering berbagi, seperti teman.  Continue reading

SEMPRO!

Hai! Besok saya pemateri sempro atau seminar proposal skripsi. Rasanya grogi, deg-degan, mules, khawatir ngga jelas, jadi satu. Look, my hands are shaking, now. (Iya, saya tau saya alay). Apalagi saya dilepen. Haih.

Namun rasanya senang juga akhirnya bisa sempro, yang berarti bisa segera ambil data, melanjutkan penelitian, dan Insyaallah, semoga, bisa lulus di semester 7. Banyak teman yang excited karena kebetulan saya mahasiswa pertama di jurusan pendidikan yang sempro. Dan sebelumnya banyak yang berfikir lulus semester 7 itu mustahil, well, everything seems impossible until it is done, right? Bismillah saja 🙂

Tapi tetep rasanya grogi! Dan kadang kalau grogi saya itu lupa bernafas dan nafas jadi ngos-ngosan. It happens when I was in third semester and presented a material about Jean Piaget. Ngga papa deh ya, grogi sekarang dan besok semoga lancar {}.

All is well. Allahumma sholli ala Muhammad.

Saya berterimakasih juga kepada mahasiswi paling romantis abad 20 yang sudah bersedia menjadi moderator sempro saya besok. :*

Kamu bilang, kamu ngga pantes jadi moderator kan, karena pronounciationmu ngga sebagus ‘dia’. Memang sih, logat bimamu kadang nggemesin :3 tapi aku milih kamu bukan karena masalah kamu bagus atau ngga. Because I give you the honour to be my moderator. I choose you, because it is you, just you. And I want to share this happiness with you, not her. I just want you to accompany meeee {} and, anyway if you are reading this, thank you for having me! Thank you for being my besties 🙂 Love you, Bae.Sarangeoooo.

IMG_20151023_085140

(Playlist): Kurt Cobain

Ini tentang lagu-lagu yang kami mainkan ketika KKN di batu. :mrgreen: Kadang-kadang ada waktu luang ketika kami tidak ada pekerjaan apapun dan akhirnya lontang lantung di kosan. Awalnya kami mengisi dengan main uno, tetapi lama-lama bosan. Dan akhirnya kami akustikan bersama-sama, yang ujung-ujungnya hanya saya dan Angga yang nyanyi bareng. Lebih tepatnya, Angga yang main gitar, saya yang modal mulut sama request doang. Lagipula teman-teman sibuk dengan gadget masing-masing. Selain itu kami ngga punya taste of music yang sama.

Pertama, saya dan Angga adalah fans berat Nirvana. Seneng banget bertemu teman KKN yang sama-sama penyuka Nirvana. Meskipun itu band lama, lagu bagus ya tetap lagu bagus. Kata adikku, Nirvana itu band kewut (baca: tuwek).

Ini nih playlist kenangan:

1. Nirvana – Polly Continue reading

Happy Birthday Pecinta Kopi!

Hai!

I’m very sorry for a very late birthday wish, I doesn’t mean it is literally my intention, but honestly, it is because .. I forgot!

You know, I always curious about when your birthday is, because you never told anyone. You don’t even write it in your Facebook page, Twitter page (even less this Twitter page), your Blogger, etc. Moreover, you have never wrote your real name in any social media. It always written as Rissaid (even in your BBM account). So it is very hard for me to find out when your birthday is.

*I did a little research in the google about your birthday, I tried every name of yours, and I found nothing. You are so good about hiding your identity. :3

Then, did you remember when we meet Ms. Alies in her office to sign some papers about her research and public service that asking us to be her team work? It was written there about your birthday. Continue reading

Old Fellas #latepost

IMG-20150603-WA0028

resa – difa – me – miak – olet – gebik

 

Here’s my old fellas!

I have not met them since 3 years ago, although we live in the same city. I know its crazy, but it is because I have been very busy with my homework, organization and being a volunteer in PSLD (Pusat Studi dan Layanan Disabilitas/Center of Study and Disability Service).

*I had a heartbroken too at that time, so I had decided to keep myself busy in a positive way instead of thinking of him. huek. I hate anything that remind me of him, but everything is okay now. Don’t ask about it! 😉

Eventually, we met at Matos a week ago and decided to had lunch together in KFC Matos. We should eat lunch in food court, but it was very crowded and we couldn’t get any empty seat. Therefore, KFC is the only choice that we had (which is actually I hate it because there are so many calories in fast food, not healthy, expensive and its nonsense, and so on bla bla bla.)

 

*baru sempat publish karena si penulis sedang banyak proyek. Ketika itu terharu sekali dengan respon teman-teman yang sangat terbuka. I miss them too! Dan aku satu-satunya yang ketinggalan banyak cerita karena jarang kumpul. Rasanya agak awkward, but its a pleasure to meet you guys!

Cerita KKN (7): Minggu Terakhir

30 Mei 2015

Minggu ini minggu terakhir KKN, tapi aku malas berangkat karena kepalaku benar-benar pening. Mungkin karena banyak yang aku pikir seperti: ketika sambutan apa saja aku harus bilang, ini gimana brosurnya Junda nggak jadi-jadi, masalah konsumsi dan keungannya yang mepet, dan hal-hal kecil lainnya. Aku memang pemikir, terutama lagi-lagi karena aku ketua dan sekali lagi aku nggak bisa terlalu santai seperti ketua KKN Sumberejo. I don’t know, maybe it is just me. Aku juga selalu merasa banyak sekali kekuranganku selama ini dan aku sama sekali nggak pantas memimpin kelompok ini. Dan fakta bahwa mereka merasa belum mengenalku adalah … hmmmm, sesulit itukah mengenalku? (hei pecinta kopi, kamu wajib berkomentar tentang ini! :3)

Entah apa yang akan terjadi di minggu terakhir ini. Terakhir aku menginap di rumah Bu Sis. Di kamar springbed-nya yang dingin dan selalu berwarna dan bercorak sama: bunga-bunga biru. Aku tidak tahu apakah beliau tidak pernah mencuci cover bednya selama tiga bulan atau beliau punya bermacam-macam cover bed seperti itu dengan warna dan corak yang sama atau beliau selalu mencucinya lalu segera memakai cover bed itu ketika sudah kering. Menikmati udara dinginnya di kamar itu dan rebutan selimut merah dengan Dinanti. Kadang dia suka ngepek selimut sendiri, tak apalah mungkin dia tidak sadar, dan untungnya aku sudah memakai jaket tebal, karena aku sendiri alergi dingin. Tidur di kamar yang asing dengan lemari tua yang besar. Kadang aku membayangkan film horror yang pernah aku tonton, tentang seorang anak yang ditinggalkan, lalu disika dan akhirnya berakhir di sebuah lemari tua. Kemudian anak itu suka keluar-masuk dari lemari itu. Dan tentu saja pikiran itu segera aku tepis, apalagi sepertinya teman-teman takut banget kalau bicara soal makhluk halus. Continue reading