Culture Shock

Hari ini pas satu minggu aku berada di Malang, Indonesia. Dalam satu minggu, aku sudah makan nasi padang, bakso, nasi goreng, sate ayam, ceker, dan, soto. Makanan-makanan yang aku idam-idamkan selama ini. Masih banyak lagi makanan yang ingin aku makan sebelum kembali studi ke Australia. Dalam satu minggu, jadual bertemu teman-teman lama, silaturahmi ke saudara, dan family time juga full. Satu minggu berlalu dengan sangat cepat, dan aku sukanya, aku jarang buka media sosial. Walaupun agak-agak bersalah karena aku punya tanggungjawab di organisasi.

Continue reading

Going to Australia: What You Should and Should not Bring to Australia

Judulnya panjang banget yak, karena aku bingung seharusnya artikel ini berjudul apa. Intinya aku mau share pengalaman aku tentang apa yang seharusnya kalian bawa dalam koper kalian dan apa yang seharusnya tidak boleh atau tidak perlu dibawa ke Australia, karena negara multicultural ini punya peraturan yang sangat ketat tentang barang-barang bawaan kalian.


Nah, berdasarkan gambar tersebut (dari https://www.wmo.int/pages/prog/www/DPFSERA/Meetings/CG-NERA_Melbourne2008/INF3-Customs.pdf) kita dilarang membawa produk-produk susu dan telur, dairy products, daging-daging olahan sendiri yang tidak berkaleng, hewan dan tanaman, kacang-kacangan, buah, dan sayur. Jadi, kalau misal mau bawa abon itu tidak diperbolehkan karena itu olahan daging (padahal mamaku semangat banget mau bawain abon, tapi ternyata tidak boleh). Lalu untuk kacang-kacangan memang tidak boleh, tetapi kalau seperti bumbu pecel atau bumbu gado-gado diperbolehkan karena itu olahan kacang. Namun, semua makanan tetapi harus di declare.

Apa yang harus di declare dalam passenger card ? Continue reading

Menyebrang Illegal dan Tersesat

Hi! It’s me again. Sekarang aku mau cerita pengalaman hari kedua dan ketiga di Melbourne.

Pertama, waktu itu aku harus menyeberang karena aku harus ke rumah buddy ku yang ada di seberang jalan. Ohya, buddy adalah program LPDP Victoria. Seseorang bisa menjadi buddy kalau dia sudah satu semester dan bersedia mem-volunteer-i mahasiswa baru untuk jadi guide, mengenalkan daerah baru, dll. Intinya membantu mahasiswa barulah. Nah waktu itu kami harus ke KJRI (Konsulat Jenderal Republik Indonesia), karena aku butuh pasporku ditempel. Lalu, kami janjian di rumah buddyku yang rumahnya berseberangan dengan rumahku.

Aku pakai maps ke rumah dia. Jaraknya hanya 18 menit jalan kaki. It should be easy, I thought. Aku jalan dari rumah dengan memakai sweater yang didalamnya ada berlapis lapis baju. Kemudian maps tersebut mengatakan aku harus menyeberang untuk sampai ke jalan tersebut, aku tanya buddy, sebut saja dia A.

“Mbak, ini harus nyebrang ya?” sambil aku foto keadaan sekitar. Aku agak takut waktu itu karena jalan-jalan di sini lebar sekali dan karena tidak macet mobil-mobil berlalu lalang dengan cukup kencang.

WhatsApp Image 2017-07-05 at 10.25.07 AM

Continue reading

Secret in The Tunnel

PHOTO PROMPT © Stephen Baum

it was 1 PM. I was keep running in the tunnel and I knew he was chasing me after. And then I see around, the tunnel was deep and dark. It will be vain if somebody cried for help here. I stop in the middle, I turned around, and he was right behind me.

” What’s up darling? Are you tired of running?” He grinned. I can see his disgusting yellow teeth and his eyes looking at my body. Continue reading