Curhat Thesis (2): Transkrip Data

Curhat Thesis (2): Transkrip Data

Sebelumnya, aku ingin berterimakasih kepada teman-teman yang sudah membaca dan menulis komentar di postingan aku berjudul curhat thesis. Apa yang kalian lakukan berarti banyak buat aku, karena aku kadang bingung harus bercerita kepada siapa. Kadang tidak semua orang mengerti dan memahami apa yang sedang aku kerjakan. Jadi, aku berfikir, lebih baik aku tuliskan saja di blog. Bisa jadi tulisan tentang proses menulis thesis ini bermanfaat bagi kalian yang sedang menulis skripsi dan thesis, bahwa, kalian tidak sendirian! Wahai pejuang skripsi, thesis, dan disertasi, be strong!

Ohya tulisan ini, aku sengaja tidak terlalu serius. Tulisan ini lebih seperti tentang berbagi pengalaman, suka duka yang aku kerjakan, dan mungkin aku juga akan berbagi tips. Bagi teman-teman yang sedang membaca dan ingin memberi kritik dan saran, apalagi menyemangati, boleh banget! (haha).

Selain itu perjuangan thesis-ku masih panjang, jadi aku jamin akan ada seri curhatan thesis yang banyak sekali. Dan hari ini aku ingin bercerita tentang sulitnya membagi waktu, bagaimana mengatasi diri sendiri agar tidak panik, dan transkrip data wawancara.

Read more
Curhat Thesis

Curhat Thesis

Kalau zaman skripsian dulu, ada namanya panduan skripsi. Didalamnya sudah lengkap dari susunan skripsi sampai cara mereferensi. Jadi, sebenarnya ya tinggal dibaca.

Kalau sekarang, mana ada panduan thesis. Sebenarnya kalau susunan thesis kami sudah pernah diajari pada matakuliah Research Method, yang aku sudah ambil pada semester dua malah. Cara referensi juga sudah terlatih dari semester satu, karena pasti sama aja dan itu-itu aja. Panduannya bisa klik di sini kalau mau baca.

Penampakan kampus tercinta
Read more
Abbotsford Convent: Jalan-jalan Ala Mahasiswa Akhir Bulan

Abbotsford Convent: Jalan-jalan Ala Mahasiswa Akhir Bulan

Sebelum aku ke sini, Bu Unita sudah ke sini terlebih dahulu. Beliau adalah dosen psikologi sekaligus pengurus PSLD (Pusat Studi dan Layanan Disabilitas) di Brawijaya. Beberapa waktu lalu, beliau sempat berkunjung ke Melbourne karena ada launching AIDRAN (Australia-Indonesia Research and Advocacy Network) di La Trobe. Di sela-sela waktu sibuknya, beliau sempat ke Abbotsford dan merekomendasikan tempat ini ke aku.

Read more
Culture Shock

Culture Shock

Hari ini pas satu minggu aku berada di Malang, Indonesia. Dalam satu minggu, aku sudah makan nasi padang, bakso, nasi goreng, sate ayam, ceker, dan, soto. Makanan-makanan yang aku idam-idamkan selama ini. Masih banyak lagi makanan yang ingin aku makan sebelum kembali studi ke Australia. Dalam satu minggu, jadual bertemu teman-teman lama, silaturahmi ke saudara, dan family time juga full. Satu minggu berlalu dengan sangat cepat, dan aku sukanya, aku jarang buka media sosial. Walaupun agak-agak bersalah karena aku punya tanggungjawab di organisasi.

Read more

Studying at Monash University

Studying at Monash University

Hi guys!

I talked about the differences between studying at Indonesia and Australian uni here.  it was about how the lecturers greet us, how do we should call lecturer, some rules including attendance list, coming late to the class, and how to dress up, and about the reading list. Now I’d like to explain more detail about my experiences at Monash University (so far).

1. Library

Firstly, it is the library. Monash has several libraries and you may visit the page here. I study at Monash Clayton where there are three libraries here, that is Matheson Library, Law Library, and Hargrave-Andrew Library. The library which I’ve visited the most is Matheson. Read more

How’s Winter in Melbourne?

How’s Winter in Melbourne?

Hi! Kali ini aku mau bahas tentang winter di Melbourne. Winter berlangsung selama bulan Juni, Juli, dan Agustus, jadi winter akan berakhir dalam beberapa minggu. Yeay! Beruntunglah aku yang datang di Bulan Juli, karena hanya merasakan winter selama 2 bulan (haha).

Ketika aku sampai di Melbourne dan aku bilang ke teman-teman bahwa ini sekarang sedang winter, mereka pasti bertanya, “Ada salju nggak?”, “Fotoin salju dong”. Faktanya adalah tidak ada salju di Australia ketika winter, kecuali kamu pergi ke gunung. Sebenarnya aku juga baru tahu ini ketika aku datang di Melbourne, haha. Aku pikir, dulu sebelum aku datang kesini, bakalan ada salju tipis-tipis di jalan, bakalan mendung terus, gelap, dan kenyataannya mataharipun bisa bersinar sangat cerah di sini.

Read more

Hello, Aussie!

Hello, Aussie!

Sebenarnya ini hari ketiga aku sudah sampai di Aussie, tetapi malam ini aku baru sempat menulis di blog lagi. Padahal lebih afdhol kalau cerita pengalaman itu langsung ditulis, kan? karena tentu akan lebih mudah menulis secara detail tanpa harus mereka ulang kembali, tetapi apa boleh buat karena baru ini kesempatan aku untuk menulis. Jadi, begini ceritanya:

 

24-hour Journey Read more