#NA2 Ex-boyfriends

I don’t mind talking about ex-boyfriends. I don’t have any feelings for them anymore, and I wonder why I was so crazy in love with them. 🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️ Anyway, I never write about ex-boyfriends before, except the last one though.

I have three exes. (Mantan gebetan ga termasuk kan?). If gebetan is included, I don’t remember how many gebetan that I had because I never included them as a ‘serious relationship’. I don’t know what is gebetan in English, I don’t think they have the concept of gebetan.

The first and the second one when I was in senior high school. The third one is when I was in college. When I was in 10th grade, my school has 8 classes for 10th grade, I was included in X3. Saputra and Setio, not their real name, also in X3. At first, Setio and I were a best friend, but actually, I did like him, more than a friend. I don’t know why I liked him, it was so stupid. He was a bad guy, and I used to love bad guys. *ugh *I know 😏

original

Continue reading

Bedanya Cowok dan Cewek Kalau Curhat

sumber

Teman-teman semua tau curhat kan? Ituloh, curahatan hati. Ketika seseorang mempunyai masalah lalu mencurahkan perasaan dia itu ke orang lain. Curhat itu sendiri adalah proses katarsis. Kalau kata Kamus Besar Bahasa Indonesia, cara pengobatan orang yang berpenyakit saraf dengan membiarkannya menuangkan segala isi hatinya dng bebas; kelegaan emosional setelah mengalami ketegangan dan pertikaian batin akibat suatu lakuan dramatis. Intinya satu: mencurahkan isi hati dan bercerita.

Semua orang pasti pernah melakukan katarsis dengan cara curhat. Ya kan, ya kan? Nggak salah kok curhat itu. Bahkan itu bagus karena bisa mengurangi stress dan kita sebagai manusia yang makhluk sosial itu otomatis membutuhkan orang lain. Selain itu, kita dikatakan lebih kreatif memecahkan masalah orang lain daripada masalah sendiri. See, curhat is needed. :mrgreen:

Yang menarik adalah ketika cowok dan cewek itu curhat, mereka melakukannya dengan cara yang berbeda. Continue reading