Are You Sure Your Cosmetic is Halal? (Part 1)

I was stalking Muslim Girl Instagram till I found Claudia Nour page. I went straight to her website and apparently, Claudia is a muallaf, someone who converted to Islam, and she has her own cosmetic products. It is called Claudia Nour Cosmetics. I was really excited because her products are halal and wudhu friendly or it is not waterproof. It means that I don’t need to wipe up my makeup before wudhu and touch up again after prayer. I chose 1 pack of lipstick sample, 1 lipstick scrub, and 1 foundation. The products are not costly at all, but the delivery is since they need to ship from NYC. It cost twice my groceries for two weeks! So, I closed the website desperately and googled for some halal makeup products in Australia.

Halal makeup for me is matter. As a Muslim, we know that we are not allowed to eat pork and any kind of wine because that’s the rule. Allah SWT has said in various places in the Holy Qur’an, one of them is:

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنْزِيرِ ….

“Forbidden to you (for food) are: dead meat, blood, the flesh of swine . . .”(Qur’an, 5:3)

Continue reading

Hijab: Ikuti Perintah Allah atau Fashion?

Ide ini muncul ketika salah satu temanku yang non-muslim memakai jilbab. Kalau bagi mereka tidak apa-apa, menurutku juga tidak apa-apa sih, tapi berarti ini mengindikasikan bahwa berhijab itu fashionable. Lebih ke arah ‘fashionable‘nya daripada daripada pembeda antara wanita muslimah dan lainnya. Semacam model kemeja flanel yang suka banget dipakai anak-anak kuliahan (baca: aku). Hal ini bikin aku mikir, kalian itu pakai jilbab karena dapat hidayah atau dorongan hati, atau biar fashionable?

Ketika aku SD, aku masuk di Madrasah Ibtidaiyah, jadi otomatis pakai jilbab. Kemudian ketika SMP, aku masuk SMP negeri, jadi aku lepas jilbab, aku lupa alasan kenapa aku lepas jilbab waktu itu,tapi ketika bertemu guru SD, ada yang bilang, “Gadis jilbabnya kemana? Terbang ya?”. #malu #banget. Kemudian ketika SMP kelas 2 dan 3, aku ingat banget ketika orang tuaku maksa aku berjilbab nanti ketika SMA. Aku ngga mau. Apalagi dipaksa, mana mau. Aku lupa alasan kenapa aku malu, tapi yang jelas dulu guru SMP-ku ada yang melecehkan anak berjilbab. Namanya F (aku masih ingat), dia dipanggil Pak MGN, tapi rupanya dia tidak dengar entah kenapa. Kemudian Pak MGN berkata, “Makanya jangan berjilbab, telinganya ngga kedengaran.” Semacam itulah. Tapi akhirnya, ketika SMA aku-pun berjilbab. Bukan karena paksaan orang tua, tapi karena aku ingin berjilbab. Orang tuaku udah lupa mereka pernah maksa. Alasan memakai jilbabku adalah setengah karena panggilan hati, setengah karena SMA ngga pengen ngeliatin rambutku yang susah diatur. Klasik bukan (tapi aku jujur :3)

Kemudian, rupanya, image perempuan berjilbab selalu dianggap ‘alim’. Padahal, seorang muslim itu ngga sempurna, yang sempurna itu islam. Continue reading

Penentuan Awal Ramadhan tahun 1435H/2014M

Lagi-lagi penetapan awal Ramadhan tahun 1435H/2014M di Indonesia berbeda antara versi Muhammadiyah atau pemerintah. Rektor IAIN Walisongo Semarang mengatakan bahwa MABIMS sepakat dalam beberapa patokan penentuan awal bulan, semisal tinggi hilal minimal 2 derajat dengan waktu minimal 8 jam, dan lain sebagainya, seperti yang dilansir oleh kabar24.com. MABIMS adalah negara Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia dan Singapura. Pemerintah juga masih akah melaksanakan sidang itsbat nanti malam (oh my god). Sidang itsbat ini tidak akan disiarkan secara live, namun hasilnyya akan disiarkan di konfersi pers secara terbuka. Kenapa kok sidangnya tidak disiarkan secara live? *tanya kenapa*.

Sementara itu, 27 Juni 2014 menurut Muhammadiyah adalah awal malam pertama Ramadan kata ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin di gedung PP Muhammadiyah, Jl Menteng Raya, Jakarta, Selasa (http://news.detik.com). Yang keren, Muhammadiyah mendatangkan ahli astronomi dari Perancis Thierry Legault untuk menetapkan awal Ramadhan. Thierry menggunkan teropong dan teknologi digital terbaru untuk mengamati posisi bulan dan benda-benda langit lainnya. Menurut Muhammadiyah, konjungsi atau dalam istilah bahasa Arabnya adalah ijtima’ dijadikan landasan untuk menentukan awal bulan termasuk permulaan Ramadan. Thierry mengatakan dari perhitungan melalui teropong dengan melihat posisi bulan, matahari dan bumi maka konjungsi akan terjadi pada 27 Juni 2014 pukul 15.10 WIB. Keren kan? Udah ngedatangin ahli dari prancis dan alatnyapun canggih. Jadi, hilal nggak semerta-merta cuma dilihat dari mata telanjang. Continue reading

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

facebook.com_2014-06-23_14-49-36

Beberapa hari yang lalu, teman saya ada yang update status seperti ini, “Katanya ada salah satu ayat yang mengatakan nikmat manalagi yang kamu dustakan.” matae aa! tugas gak jelas durung mari-mari, apa ini yang disebut kenikmatan, ndas e a.”

Entah saya mau bilang seperti apa. Jujur, saya agak kaget dia melecehkan ayat AL-qur’an seperti itu. ‘Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?’ adalah Q.S. Ar-rahman ayat 13 yang diulang berkali-kali.

Saya tau, mungkin dia cuma bergurau atau bercanda atau apalah, tetapi tidak seharusnya dia berpikir dan menulis hal seperti itu di status facebook. Padahal dia sendiri juga orang islam. Kamu muslim, tetapi kenapa kamu menghina agamamu sendiri. Kalau kamu muslim, menghina Al-Qur’an, kamu juga nggak mau tunduk kepada perintah Allah atau menuruti kata-kata di dalam Al-Quran, la terus kamu mau nurut siapa?

Padahal, kalau mau kita pikir lebih lanjut, dia bisa kuliah itu juga termasuk nikmat. Masih banyak teman-teman yang ingin kuliah tapi tidak bisa karena terhalang biaya. Atau bahkan banyak yang nyambi sambil kerja, cari duit mati-matian biar bisa tetep kuliah. Kita, aku, kamu, dia, kita tinggal kuliah aja, biaya udah di kasih beasiswa oleh orang tua masih aja ngeluh. Kenapa kamu nggak berhenti aja kuliah, langsung kerja, ngga bakal bingung mikirin tugas kan? simple. Tugas kuliah itu sebenarnya untuk kita juga. Mikir. Buat apa kita kuliah. Kalau kuliah pasti dapat tugas. Ngga mau tugas, berhenti aja.

Gemes aku sama dia. Bisa-bisanya dia mikir kayak gitu. Continue reading