Culture Shock

Hari ini pas satu minggu aku berada di Malang, Indonesia. Dalam satu minggu, aku sudah makan nasi padang, bakso, nasi goreng, sate ayam, ceker, dan, soto. Makanan-makanan yang aku idam-idamkan selama ini. Masih banyak lagi makanan yang ingin aku makan sebelum kembali studi ke Australia. Dalam satu minggu, jadual bertemu teman-teman lama, silaturahmi ke saudara, dan family time juga full. Satu minggu berlalu dengan sangat cepat, dan aku sukanya, aku jarang buka media sosial. Walaupun agak-agak bersalah karena aku punya tanggungjawab di organisasi.

Continue reading

Mas, kamu buat penasaran siapa lagi sih?

11 Juni 2015

Ketika itu aku sedang memutuskan untuk membuat sebuah blog lagi dengan domain blogspot, karena blog wordpress tidak bisa edit-edit CSS kalau tidak premium dan aku sedang ingin bermain-man dengan kode html. Kemudian aku menuju profil google+ untuk mencari teman-teman pemakai blogspot dan aku menemukan dua orang teman sesama jurusan yang suka menulis di sana. Pertama dia teman dekatku yang sudah memakai blogger sejak lama dan sebenarnya aku sudah tahu link-nya dia. Jadi aku agak kecewa kenapa aku harus menemukan dia lagi zzzzt, bukan yang lain saja. Kedua, temanku yang bernama Juni. Aku tidak pernah dekat dengan Juni. Yang aku tahu dari dia, dia adalah anggota breakdance jurusan kami yanag suka memakai rok span hitam pendek dan sepatu kets.

Kemudia aku scrolling halaman dia dari awal. Rupanya dia bukan tipe penulis yang suka menulis beberapa kali dalam satu minggu. Hanya ada satu-dua post dalam satu bulan. Templatenya-pun template otomatis dari blogger, jadi sepertinya dia jarang mengurus settingan (yang tidak seperti aku yang dikit-dikit suka otak atik. Postingan terakhir bulan lalu tentang mantannya yang tak terlupakan, yang ke-dua dan ke-empat tentang … wait, wait, wait.
Continue reading

Bahasa Jawa VS Bahasa Indonesia

Teman-teman KKN-ku heran kenapa aku tidak bisa berbahasa Jawa. Maklum, di desa sana banyak Javanese exposure. Sehingga, dikit-banyak pasti menggunakan krama alus ketika berbicara dengan warga dan kalau mau diterima dan dianggap sopan. Njawani. Dan ketika berbicara dengan warga, pasti aku kebagian yang kalau si warga itu menggunakan Bahasa Indonesia. Nah, aku jagonya. Mau berbicara Bahasa Indonesia yang baik dan benar? Sini-sini. Kalau Bahasa Jawa, aku pasrahkan kepada teman-temanku yang asli Jawa Tengah.

Bukannya aku tidak bisa Bahasa Jawa sama sekali, kalau ngoko pasti semua orang Jawa bisa. Apalagi aku orang Malang yang terkenal dengan Bahasa Jawanya yang ‘halus’. Kalau orang berbicara bahasa krama, aku bisa mengerti sebagian besar. Mungkin hanya sepatah-dua patah kata yang tidak ada di perbendaharaan kamusku. Hanya saja, aku yang kurang bisa mem-produce Bahasa Jawa-ku.

Aku malas sekali menjelaskan kepada teman-teman kenapa aku tidak bisa Bahasa Jawa. Jarene, ‘Wong Jowo kok gak iso Boso Jowo.’ Aku sendiri juga heran, karena kadang jika disuruh adik mengerjakan tugasnya, menerjemahkan Bahasa Indonesia ke Jawa, aku lebih cepat menerjemahkan itu ke dalam Bahasa Inggris. Dari dulu sampai sekarang mama pasti tetap akan tertawa ngakak mengingat jawaban ulangan Bahasa Jawaku. Kata beliau, dulu aku pernah menulis kalau petelot iku pesawat, padahal pensil. Continue reading

I don’t know what this poem should be named

I wrote this poem for you,

my friend.

where were you,

when I needed you at the most.

you leave me because of him,

you said, you don’t.

but I just knew it.

because of some reasons that I can’t tell.

 

and when the rains come to me,

I stay away from the clouds.

I stay away from everything.

I feel like nobody knew me,

and understand me.

 

it feels like I’m so different

so I’m better alone

and I’m moving on.

Continue reading

Diary Ramadhan (3)

Mas RPA.

Malam itu, aku bermimpi tentang dia. Dia bilang, dia rindu padaku. Sungguh, delusi yang indah. Keesokan harinya, ada sms dari dia. Entah kenapa dan aku benar-benar tak habis pikir. Oh tidak, dia tidak berkata bahwa dia rindu padaku. Dia berkata, “Dis Gadis, makasih ya, makasiiiii banget :D”

I knew what is it all about.

Kita smsan juga sih akhirnya. Dia bilang, dia sekarang sedang pedekate dengan temanku. Iya, temanku yang pernah kuceritakan waktu itu. Cantik, putih, tinggi, semampai. Iya. he is really smitten over her.

Sakit.

Cause you know, one time, I had a feeling for him. and eventually, he loves my friend.

Hal ini, memaksaku membuat suatu kesimpulan bahwa, pada dasarnya laki-laki itu melihat perempuan dari sisi keelokannya.