Curhat Thesis (2): Transkrip Data

Curhat Thesis (2): Transkrip Data

Sebelumnya, aku ingin berterimakasih kepada teman-teman yang sudah membaca dan menulis komentar di postingan aku berjudul curhat thesis. Apa yang kalian lakukan berarti banyak buat aku, karena aku kadang bingung harus bercerita kepada siapa. Kadang tidak semua orang mengerti dan memahami apa yang sedang aku kerjakan. Jadi, aku berfikir, lebih baik aku tuliskan saja di blog. Bisa jadi tulisan tentang proses menulis thesis ini bermanfaat bagi kalian yang sedang menulis skripsi dan thesis, bahwa, kalian tidak sendirian! Wahai pejuang skripsi, thesis, dan disertasi, be strong!

Ohya tulisan ini, aku sengaja tidak terlalu serius. Tulisan ini lebih seperti tentang berbagi pengalaman, suka duka yang aku kerjakan, dan mungkin aku juga akan berbagi tips. Bagi teman-teman yang sedang membaca dan ingin memberi kritik dan saran, apalagi menyemangati, boleh banget! (haha).

Selain itu perjuangan thesis-ku masih panjang, jadi aku jamin akan ada seri curhatan thesis yang banyak sekali. Dan hari ini aku ingin bercerita tentang sulitnya membagi waktu, bagaimana mengatasi diri sendiri agar tidak panik, dan transkrip data wawancara.

Read more
Analisis Semiotika Teks pada Pesan Singkat WhatsApp: Bisa Gak Mbak?

Analisis Semiotika Teks pada Pesan Singkat WhatsApp: Bisa Gak Mbak?

Semiotika adalah cabang linguistik yang membahas segala tentang tanda. Semiotik sendiri dibagi menjadi beberapa cabang, salah satunya adalah semiotika teks. Semiotika teks membahas tanda-tanda yang digunakan dalam teks, misalnya simbol, emotikon, dan, emoji. Teks yang akan aku bahas di sini adalah teks yang berupa pesan singkat.

Simbol, emotikon, dan, emoji sifatnya kultural, and it is a thing. Contohnya orang australia di usia tertentu suka memakai emoji ‘🤙🏼’. Di kehidupan sehari-hari kadang mereka juga suka memakai gestur ini ‘🤙🏼’. Contoh lain, temanku di Africa suka pakai emotikon ‘^^’. Aku dulu juga sering pakai emotikon ‘^^’ dan ‘^_^’, tetapi aku tidak pernah pakai lagi karena aku pikir itu alay dan terlalu ke teenlit-teenlit-an –whatever it means–. Adikku yang perempuan, suka pakai emotikon ‘:3’. Aku dulu juga sering pakai ‘:3’, but I could not relate to that emoticon anymore, so I drop that. Jadi, simbol, emotikon, dan, emoji dalam semiotika mengandung makna yang berbeda tergantung siapa penulis teks-nya. Selain kultural, makna yang dikandung juga tergantung dengan individu tersebut. Gender dan usia biasanya menjadi pembeda bagaimana seseorang menulis teks.

Read more