Curhat Thesis (2): Transkrip Data

Curhat Thesis (2): Transkrip Data

Sebelumnya, aku ingin berterimakasih kepada teman-teman yang sudah membaca dan menulis komentar di postingan aku berjudul curhat thesis. Apa yang kalian lakukan berarti banyak buat aku, karena aku kadang bingung harus bercerita kepada siapa. Kadang tidak semua orang mengerti dan memahami apa yang sedang aku kerjakan. Jadi, aku berfikir, lebih baik aku tuliskan saja di blog. Bisa jadi tulisan tentang proses menulis thesis ini bermanfaat bagi kalian yang sedang menulis skripsi dan thesis, bahwa, kalian tidak sendirian! Wahai pejuang skripsi, thesis, dan disertasi, be strong!

Ohya tulisan ini, aku sengaja tidak terlalu serius. Tulisan ini lebih seperti tentang berbagi pengalaman, suka duka yang aku kerjakan, dan mungkin aku juga akan berbagi tips. Bagi teman-teman yang sedang membaca dan ingin memberi kritik dan saran, apalagi menyemangati, boleh banget! (haha).

Selain itu perjuangan thesis-ku masih panjang, jadi aku jamin akan ada seri curhatan thesis yang banyak sekali. Dan hari ini aku ingin bercerita tentang sulitnya membagi waktu, bagaimana mengatasi diri sendiri agar tidak panik, dan transkrip data wawancara.

Read more
Curhat Thesis

Curhat Thesis

Kalau zaman skripsian dulu, ada namanya panduan skripsi. Didalamnya sudah lengkap dari susunan skripsi sampai cara mereferensi. Jadi, sebenarnya ya tinggal dibaca.

Kalau sekarang, mana ada panduan thesis. Sebenarnya kalau susunan thesis kami sudah pernah diajari pada matakuliah Research Method, yang aku sudah ambil pada semester dua malah. Cara referensi juga sudah terlatih dari semester satu, karena pasti sama aja dan itu-itu aja. Panduannya bisa klik di sini kalau mau baca.

Penampakan kampus tercinta
Read more
Graduation Ambassador

Graduation Ambassador

It was December graduation.

I was interested in becoming a graduation ambassador because I was not sure if I want this kind of graduation ceremony if I graduated. My scholarship doesn’t include graduation allowance. If I want a graduation ceremony, it will be on my own expense; and it is not cheap. So,  I’m not interested. Therefore, I became a graduation ambassador to feel the vibe, and in case it could change my mind. Besides, there will be a certificate, letter of reference, and coles voucher for ambassadors. I really wanted the last one.

A graduation ambassador is primarily a volunteer, but Monash community division called it ‘ambassador.’ There were few roles that could be chosen by the ambassadors, such as walk-with graduates ambassador, cloakroom ambassador, marquee ambassador, information center ambassador, and floating ambassador. The easiest one is the cloakroom ambassador, and the toughest one is the marquee ambassador, especially in the photography stall. The most fun one is walk-with graduate, especially if you are an extrovert.

I was an information center ambassador on Tuesday in front of Robert Blackwood Hall. My job was to let people know where they should take the gown, where the ceremony held, where they could buy the photography session, etc. The graduation was held in Monash Clayton, but apparently, not everyone is from Clayton Campus. Monash has campuses in Peninsula, Caulfield, Parkville, and other. So that is why some people were not familiar with Clayton campus.

It was okay, but I was pretty bored because I had to answer the same questions over and over again. I was tired too because I had a double shift. I had to stand there for approximately 7 hours. Besides, it was very sunny, and I totally got tanned.

Read more

I Got a Racist Email (2)

I Got a Racist Email (2)

Karena email yang dia tulis tersebut, yang menyatakan bahwa kebanyakan orang Australia terganggu dengan keberadaan wanita muslim yang memakai hijab, tertutama burqa, membuatku berfikir bahwa apakah kebanyakan orang-orang Australia seperti itu. Walau aku juga yakin, yang dia nyatakan itu adalah sebuah hiperbola. Toh, dia juga tidak menyatakan data autentik yang mendukung argumennya itu. Tetapi, ada beberapa orang yang bilang beberapa orang Australia memang rasism, terutama di negara bagian Queensland. Namun, seberapa banyak? Aku pikir, ada baiknya bertanya kepada orang lokal.

Sabtu lalu, aku bertemu dengan temanku di tempat aku mengajar, yang merupakan orang lokal. Dia juga mahasiswa di Monash University, jurusan International Development. Aku cukup akrab dengan dia, dan kami sering bercerita banyak hal. Jadi, aku ceritakan ke dia tentang pengalamanku pahitku itu. (Well, ga pahit-pahit banget sih. B aja).

Read more

Jalan-jalan ke NGV

Jalan-jalan ke NGV

NGV adalah National Gallery of Victoria yang letaknya di pusat Kota Melbourne. Sebenarnya tahun lalu aku sudah pernah ke sini, tetapi yang membuat aku tidak pernah bosan adalah NGV selalu meng-install seni tematik baru setiap beberapa bulan. Akhir tahun kemarin mereka memasang karya-karya Yayoi Kusama, sedangkan sekarang tema mereka adalah MoMA (Museum of Modern Art) New York. Selain itu, karena aku tinggalnya satu jam jauhnya dari kota, pergi ke kota selalu hal yang menyenangkan. Dan foto di bawah merupakan foto yang aku ambil di pameran seni Yayoi Kusama.

This slideshow requires JavaScript.

Read more

Second year! (and how I study in Monash)

Second year! (and how I study in Monash)

Halo! Di sini sudah pukul 11 malam, tapi aku memutuskan untuk ngeblog dulu, karena besok aku bisa bangun agak siangan. Bukan karena apa, tapi di Melbourne subuhnya memang baru pukul 6 pagi dan matahari terbit pukul 7.30. Sedangkan maghrib pukul 17.20-an. Di sini memang sedang musim dingin. Jadi, kalau kamu puasa sekarang, itu cuman kurang dari 12 jam. Enak, kan?

Besok hari pertama kuliah di tahun keduaku dimulai. Ini klise, tapi aku ingin berkata, setahun kayak cepet ya. Kemarin rasanya baru saja orientasi (dan berjanji akan posting banyak hal tentang kuliah di sini tapi kurang tercapai), tetapi sekarang sudah tahun kedua. Semester ini aku ambil mata kuliah Second Language Acquisition dan World Englishes.

Aku pengen cerita sekaligus menjabarkan bagaimana persiapanku menghadapi minggu pertama, belajarnya seperti apa, dan bagaimana sistem pendidikan atau akses di Monash University. Gara-garanya, kemarin banyak teman yang bilang instagram story-ku isinya jalan-jalan mulu. Padahal, bukan berarti aku ngga belajar gaes, tapi masa iya aku upload tiap kali aku lagi belajar, kan ngga enak. Tapi ternyata upload stories jalan-jalan juga salah ya, haha! Oke, akan aku kurangi upload stories ya gaes.


Read more

Culture Shock

Culture Shock

Hari ini pas satu minggu aku berada di Malang, Indonesia. Dalam satu minggu, aku sudah makan nasi padang, bakso, nasi goreng, sate ayam, ceker, dan, soto. Makanan-makanan yang aku idam-idamkan selama ini. Masih banyak lagi makanan yang ingin aku makan sebelum kembali studi ke Australia. Dalam satu minggu, jadual bertemu teman-teman lama, silaturahmi ke saudara, dan family time juga full. Satu minggu berlalu dengan sangat cepat, dan aku sukanya, aku jarang buka media sosial. Walaupun agak-agak bersalah karena aku punya tanggungjawab di organisasi.

Read more