Graduation Ambassador

It was December graduation.

I was interested in becoming a graduation ambassador because I was not sure if I want this kind of graduation ceremony if I graduated. My scholarship doesn’t include graduation allowance. If I want a graduation ceremony, it will be on my own expense; and it is not cheap. So,  I’m not interested. Therefore, I became a graduation ambassador to feel the vibe, and in case it could change my mind. Besides, there will be a certificate, letter of reference, and coles voucher for ambassadors. I really wanted the last one.

A graduation ambassador is primarily a volunteer, but Monash community division called it ‘ambassador.’ There were few roles that could be chosen by the ambassadors, such as walk-with graduates ambassador, cloakroom ambassador, marquee ambassador, information center ambassador, and floating ambassador. The easiest one is the cloakroom ambassador, and the toughest one is the marquee ambassador, especially in the photography stall. The most fun one is walk-with graduate, especially if you are an extrovert.

I was an information center ambassador on Tuesday in front of Robert Blackwood Hall. My job was to let people know where they should take the gown, where the ceremony held, where they could buy the photography session, etc. The graduation was held in Monash Clayton, but apparently, not everyone is from Clayton Campus. Monash has campuses in Peninsula, Caulfield, Parkville, and other. So that is why some people were not familiar with Clayton campus.

It was okay, but I was pretty bored because I had to answer the same questions over and over again. I was tired too because I had a double shift. I had to stand there for approximately 7 hours. Besides, it was very sunny, and I totally got tanned.

Continue reading

Second year! (and how I study in Monash)

Halo! Di sini sudah pukul 11 malam, tapi aku memutuskan untuk ngeblog dulu, karena besok aku bisa bangun agak siangan. Bukan karena apa, tapi di Melbourne subuhnya memang baru pukul 6 pagi dan matahari terbit pukul 7.30. Sedangkan maghrib pukul 17.20-an. Di sini memang sedang musim dingin. Jadi, kalau kamu puasa sekarang, itu cuman kurang dari 12 jam. Enak, kan?

Besok hari pertama kuliah di tahun keduaku dimulai. Ini klise, tapi aku ingin berkata, setahun kayak cepet ya. Kemarin rasanya baru saja orientasi (dan berjanji akan posting banyak hal tentang kuliah di sini tapi kurang tercapai), tetapi sekarang sudah tahun kedua. Semester ini aku ambil mata kuliah Second Language Acquisition dan World Englishes.

Aku pengen cerita sekaligus menjabarkan bagaimana persiapanku menghadapi minggu pertama, belajarnya seperti apa, dan bagaimana sistem pendidikan atau akses di Monash University. Gara-garanya, kemarin banyak teman yang bilang instagram story-ku isinya jalan-jalan mulu. Padahal, bukan berarti aku ngga belajar gaes, tapi masa iya aku upload tiap kali aku lagi belajar, kan ngga enak. Tapi ternyata upload stories jalan-jalan juga salah ya, haha! Oke, akan aku kurangi upload stories ya gaes.


Continue reading

Culture Shock

Hari ini pas satu minggu aku berada di Malang, Indonesia. Dalam satu minggu, aku sudah makan nasi padang, bakso, nasi goreng, sate ayam, ceker, dan, soto. Makanan-makanan yang aku idam-idamkan selama ini. Masih banyak lagi makanan yang ingin aku makan sebelum kembali studi ke Australia. Dalam satu minggu, jadual bertemu teman-teman lama, silaturahmi ke saudara, dan family time juga full. Satu minggu berlalu dengan sangat cepat, dan aku sukanya, aku jarang buka media sosial. Walaupun agak-agak bersalah karena aku punya tanggungjawab di organisasi.

Continue reading

Budaya Titip Absen

Beberapa hal yang ‘menakjubkan’ di kelas terjadi belakangan ini. Aku pikir, ini menarik untuk aku tulis. Bahkan kadang kalau aku absen menulis, aku merasa terlalu banyak hal di pikiranku, and I just want to let it all out.

 

Perkara Daftar Hadir

Kalau di kampus aku dulu, daftar hadir selalu berformat resmi. Selalu tercetak, ada kop universitas, mahasiswa kadang-kadang harus tanda tangan atau hanya perlu dicentang oleh dosen, dan selalu ada tanda tangan dosen di setiap minggu. Dosen juga harus mengisi jurnal kegiatan yang juga harus tertandatangi. Sementara itu, di sini, sejauh ini dari 4 mata kuliah dan 2 tutorial yang sudah aku jalani, tidak pernah ada daftar hadir resmi yang tercetak. Tetap ada daftar hadir, tetapi hanya berupa selembar kertas yang harus kami tulis sendiri nama kami, nomor mahasiswa, dan tanpa tanda tangan. Bahkan ada satu kelas, pada semester ini, yang tidak perlu mengisi daftar hadir. Jadi, kalau tidak hadir pada seminar tersebut sah-sah saja karena tidak akan mengurangi presentasi nilai.

Lalu, perkara titip absen (TA), kalian yang sudah pernah dan sedang menjadi mahasiswa tentu sangat-amat paham dengan sistem ini. Di kampusku saja, yang sistem daftar hadirnya seperti itu, TA kerap kali terjadi dan sering tidak ketahuan. Apalagi satu kelas ada sekitar 35 mahasiswa, dosen jarang mengecek satu per satu. Kalau di sini, dosen juga tidak pernah cek mahasiswa satu per satu. Aku pun yakin dosen tidak hafal semua nama mahasiswa karena sebagian besar mahasiswa adalah mahasiswa internasional yang namanya sulit dihafal dan diucapkan. Walaupun begitu, jumlah mahasiswa dalam satu kelas tidak pernah mencapai 25. Tapi tetap saja, bisa saja TA dengan mudah karena hanya harus menulis nama dan nomor mahasiswa tanpa tanda tangan.

Dan, itu terjadiContinue reading

Who likes swimming?

Did you know that Monash University has Water Wise program? It is a sports program that teaches you to swim from the beginning, and it’s free for undergrads and postgrads students. Even more, they have Water Women! Water woman is held every Saturday night 6pm-8pm. It is only woman who can enter the Doug Ellis swimming pool. The staff and the trainers are also women. So, of course, I’m taking the women-only class on Saturday at 7pm.

I joined Water Wise program last semester. They put me in introductory level. I can swim breaststroke though, but apparently, they teach freestyle. Lucky me! At that time I only joined the class for like 5-6 times because I went back to Indonesia, it was summer holiday. Then, I didn’t practice it for four months straight (haha!). Yet, I was able to kick, and I know how I should move my hands. I was also quite good at backstroke; it’s when you swim by lying on the back.  Continue reading

Foo Fighters Concert at Etihad Stadium Melbourne

Yesterday, January 30th, was one of the best days of my life!

It was the very first time I went to a concert, and it was a rock concert! It was Foo fighters! For those who don’t know Foo Fighters, it is a band from the US. The vocalist, Dave Grohl, was a drummer at Nirvana band before it dispersed. I think it’s been ten years since the suicide of Kurt Cobain. You know, attending this concert reminded me a lot of Nirvana too. If Kurt Cobain didn’t attempt suicide, I bet he would be a legend.

Continue reading

Daftar Beasiswa LPDP

Hi! Post ini aku buat karena banyak teman-teman yang bertanya apa langkah-langkah mendaftar beasiswa setelah lulus S1. Karena banyak yang bertanya, jadi aku fikir lebih mudah untuk membuat sebuah post lalu aku tinggal memberikan tautan ke blog ini. 😌 (Dan membuat liburanku lebih berfaedah dan produktif, haha.) 😝

Postingan kali ini aku akan fokus pada tahap-tahap mendaftar beasiswa LPDP, karena aku tahunya beasiswa ini. Aku pernah mencoba beasiswa lain, Australia Award dan Chevening, tetapi membaca persyaratannya saja aku sudah tidak eligible karena beasiswa tersebut mensyaratkan pengalaman kerja beberapa tahun. Padahal aku masih freshgraduate dan pengalaman kerjaku masih beberapa bulan. Continue reading