Seleksi Penerimaan Khusus Penyandang Disabilitas (part II)

Pada tanggal 28-30 Agustus 2015 ada kegiatan Seleksi Penerimaan Khusus Penyandang Disabilitas (SPKPD) di PSLD UB. Karena aku sudah di Malang dan volunteer yang lain masih liburan, otomatis aku diminta datang ke kantor untuk bantu-bantu urus administrasi dan lain-lain.

Kami (aku dan volunteer-volunteer yang lain) diharuskan datang pukul 7.30, tetapi aku datang satu jam lebih awal karena bareng dengan adik-adik nyebelin yang udah masuk sekolah pukul 6.30. Datang di kampus aku wifi-an dulu di kafetaria. Selama tiga hari itu, aku selalu bertemu Kiky, teman seperguruan tapak suci dulu. Dia lagi push up, back up, lompat tali, begitu seterusnya. Otot-ototnya kekar banget dan aku jamin perutnya pasti six pack. Macam cowok L-men dia. Dan selama tiga hari itu, aku juga bertemu si Afif. Teman sekelasnya Ifa dkk di mata kuliah Manusia dan Kebudayaan Indonesia. Dia kalau lari lucu banget. Lari sambil tangannya kayak lagi mukul-mukul manja terus rambut panjangnya berkibas kemana-mana. :3

*maafkan aku fif Continue reading

I don’t know what this poem should be named

I wrote this poem for you,

my friend.

where were you,

when I needed you at the most.

you leave me because of him,

you said, you don’t.

but I just knew it.

because of some reasons that I can’t tell.

 

and when the rains come to me,

I stay away from the clouds.

I stay away from everything.

I feel like nobody knew me,

and understand me.

 

it feels like I’m so different

so I’m better alone

and I’m moving on.

Continue reading

Diary Ramadhan (3)

Mas RPA.

Malam itu, aku bermimpi tentang dia. Dia bilang, dia rindu padaku. Sungguh, delusi yang indah. Keesokan harinya, ada sms dari dia. Entah kenapa dan aku benar-benar tak habis pikir. Oh tidak, dia tidak berkata bahwa dia rindu padaku. Dia berkata, “Dis Gadis, makasih ya, makasiiiii banget :D”

I knew what is it all about.

Kita smsan juga sih akhirnya. Dia bilang, dia sekarang sedang pedekate dengan temanku. Iya, temanku yang pernah kuceritakan waktu itu. Cantik, putih, tinggi, semampai. Iya. he is really smitten over her.

Sakit.

Cause you know, one time, I had a feeling for him. and eventually, he loves my friend.

Hal ini, memaksaku membuat suatu kesimpulan bahwa, pada dasarnya laki-laki itu melihat perempuan dari sisi keelokannya.

He.

He doesn’t even say hi to me, and I always looked like an idiot smiling. I wasted all my time on someone who wasn’t even worth it. Someone who didn’t care about me. But because of that love I felt for him, I left everyone else who was worth my time.

I can’t make you love me, nor can I make you see me nor can I make you choose me over her nor can I make you have interest in me. But what I can do is make you miss me that you regret the day you lost me.