Grand Concert for Disability Awareness #GCFDA

Meskipun aku tidak mau ini menjadi yang terakhir, sepertinya ini akan menjadi kepanitiaan terakhir yang aku ikuti selama aku menjadi mahasiswa S1 di Universitas Brawijaya. Kalau diingat-ingat jadi baper (terbawa perasaan). Apalagi, walau aku koordinator divisi DDM (Dekorasi Dokumentasi dan Multimedia) aku harus meninggalkan acara ketika sedang berlangsung, karena beberapa hari lalu aku sempat pendarahan dan harus banyak istirahat. Sebenarnya aku kuat, but Dad and Mom insist that I had to home earlier.

Flashback yuk! 🙂


Continue reading

Dissability Awareness (2): Belajar Bahasa Isyarat, yuk!

Karena teman-teman banyak yang kepo dan pengen belajar bahasa isyaratnya, nih saya buatin post tentang bahasa isyarat. Sebelum kita mulai, di Indonesia ada dua macam bahasa isyarat yang digunakan, yaitu SIBI (Sistem Isyarat Bahasa Indonesia) dan BISINDO (Bahasa Isyarat Indonesia), seperti yang sudah pernah saya singgung sebelumnya di post saya, tapi saya lupa yang mana, hehe. SIBI itu buatan pemerintah yang sangat bersistem, jadi setiap imbuhan, awalan, akhiran, ada isyaratnya, sedangkan BISINDO buatan teman-teman tuli sendiri yang lebih natural, namun kekurangannya mereka ‘anti’ terhadap imbuhan. Jadi, kalau di SIBI isyarat melihat – dilihat – terlihat itu berbeda, sedangkan BISINDO isyarat hanya satu saja: lihat. Continue reading