Culture Shock

Hari ini pas satu minggu aku berada di Malang, Indonesia. Dalam satu minggu, aku sudah makan nasi padang, bakso, nasi goreng, sate ayam, ceker, dan, soto. Makanan-makanan yang aku idam-idamkan selama ini. Masih banyak lagi makanan yang ingin aku makan sebelum kembali studi ke Australia. Dalam satu minggu, jadual bertemu teman-teman lama, silaturahmi ke saudara, dan family time juga full. Satu minggu berlalu dengan sangat cepat, dan aku sukanya, aku jarang buka media sosial. Walaupun agak-agak bersalah karena aku punya tanggungjawab di organisasi.

Continue reading

Manusia dan Sifat Lupa

Dulu waktu aku masih kuliah di Brawijaya, aku dan adik-adikku selalu berangkat pagi-pagi diantar bapak. Adik-adikku sekolah di Brawijaya Smart School yang tetanggaan dengan kampusku. Sengaja dibuat begitu memang. Kata bapak agar kalau antar-jemput biar sekalian.

Biasanya kami berangkat pukul 6 kurang 10 atau 15. Lebih dari itu, daerah Soekarno-Hatta sudah pasti macet dan adik-adikku pasti akan mengomel karena takut kena poin tatib (tata tertib). Biasanya bapak cenderung santai-santai saja, karena kata bapak, beliau hanya bertugas mengantar. Mau cepat atau lambat, itu tergantung mereka apakah bisa bangun lebih pagi dan mandi cepat. Sedangkan sebenarnya biasanya bapak yang mandinya lama. Kalau sudah begitu adikku yang perempuan mengomel-ngomel, “Duh suwe iki, lama ini.” Continue reading

Going to Australia: What You Should and Should not Bring to Australia

Judulnya panjang banget yak, karena aku bingung seharusnya artikel ini berjudul apa. Intinya aku mau share pengalaman aku tentang apa yang seharusnya kalian bawa dalam koper kalian dan apa yang seharusnya tidak boleh atau tidak perlu dibawa ke Australia, karena negara multicultural ini punya peraturan yang sangat ketat tentang barang-barang bawaan kalian.


Nah, berdasarkan gambar tersebut (dari https://www.wmo.int/pages/prog/www/DPFSERA/Meetings/CG-NERA_Melbourne2008/INF3-Customs.pdf)Β kita dilarang membawa produk-produk susu dan telur, dairy products, daging-daging olahan sendiri yang tidak berkaleng, hewan dan tanaman, kacang-kacangan, buah, dan sayur. Jadi, kalau misal mau bawa abon itu tidak diperbolehkan karena itu olahan daging (padahal mamaku semangat banget mau bawain abon, tapi ternyata tidak boleh). Lalu untuk kacang-kacangan memang tidak boleh, tetapi kalau seperti bumbu pecel atau bumbu gado-gado diperbolehkan karena itu olahan kacang. Namun, semua makanan tetapi harus di declare.

Apa yang harus di declare dalam passenger card ? Continue reading

Berkunjung ke Panti Asuhan Al-Kaff

Untuk memperingati 1 Muharram, pengajian ibuku mengadakan acara berkunjung ke Panti Asuhan Al-Kaff di Jabung kab. Malang. Rumahku full dengan beras, pakaian, dan barang-barang lain untuk disumbangkan ke panti asuhan. Pulang dari hari PPL terakhir pun aku langsung ribet bikin kue dengan budhe untuk diberikan ke anak-anak panti.

donat

donat home made (y) serius enak banget

Roti Kukus

warna pastel. aku loh yang buat :3

Sebenarnya aku sudah pernah ke panti ini, tapi itu sudah lama sekali rasanya. Jadi ingatanku agak sedikit buram. Mom sangat suka panti asuhan ini karena kata beliau panti tersebut sangat membutuhkan. Anak asuhnya 107 anak dari umur 3 bulan sampai remaja, sedangkan pengasuhnya hanya 7. Kebayang ga sih betapa hectic dan ribetnya keseharian mereka.

Lalu, hari ini kami berangkat pukul 7.00 AM. Sangat pagi sekali karena tidak ingin pulang terlalu siang. Kalau terlalu siang akan ada acara karnaval dan pastinya kena macet. We don’t want that. Daddy suruh aku ikut biar ada yang bagian foto-foto. Kalau di kampus ikut kepanitiaan pasti divisi PDD (Publikasi dokumentasi dan dekorasi) di rumah pun begitu. Rupanya walaupun usia sudah kepala 4, tetep seneeeeng banget difoto.

DSCF0649

candid πŸ˜€

DSCF0638

sebelum berangkat, dengan barang bawaan satu truck (y)

Continue reading

Prompt #84 – Bapak

Alarmku berbunyi pukul lima pagi. Hari ini liburan terakhirku dan malam nanti aku harus segera kembali ke kantor. Setelah merapikan kasur, packing, dan mandi, aku menuju dapur untuk sarapan.


“Paak, bapak?” Bapak tetap tidak menyahut. “Bapak sedang apa bu?”


“Biasa, masih tempat kerjanya. Sudah sejak semalaman tadi.”


“Bapak masih tetap tidak mau menemuiku, bu. Padahal besok aku sudah tidak ada disini dan baru satu tahun lagi aku baru kembali.”

“Kamu sudah 27 tahun hidup dengan bapakmu yang autis itu. Sekali lagi Ibu akan bilang, bahwa Autis itu bukan penyakit, Na. Autis itu tidak bisa disembuhkan. Kamu hanya bisa memahami dan memaklumi.” Continue reading

Seleksi Penerimaan Khusus Penyandang Disabilitas (part II)

Pada tanggal 28-30 Agustus 2015 ada kegiatan Seleksi Penerimaan Khusus Penyandang Disabilitas (SPKPD) di PSLD UB. Karena aku sudah di Malang dan volunteer yang lain masih liburan, otomatis aku diminta datang ke kantor untuk bantu-bantu urus administrasi dan lain-lain.

Kami (aku dan volunteer-volunteer yang lain) diharuskan datang pukul 7.30, tetapi aku datang satu jam lebih awal karena bareng dengan adik-adik nyebelin yang udah masuk sekolah pukul 6.30. Datang di kampus aku wifi-an dulu di kafetaria. Selama tiga hari itu, aku selalu bertemu Kiky, teman seperguruan tapak suci dulu. Dia lagi push up, back up, lompat tali, begitu seterusnya. Otot-ototnya kekar banget dan aku jamin perutnya pasti six pack. Macam cowok L-men dia. Dan selama tiga hari itu, aku juga bertemu si Afif. Teman sekelasnya Ifa dkk di mata kuliah Manusia dan Kebudayaan Indonesia. Dia kalau lari lucu banget. Lari sambil tangannya kayak lagi mukul-mukul manja terus rambut panjangnya berkibas kemana-mana. :3

*maafkan aku fif Continue reading

Trust Allah, but Tie Your Camel

Trust Allah, but Tie Your Camel.

– Prophet Muhammad

May the peace and blessings of Allah be upon him.

(Tirmidhi)

hadist

Karena Bulan Ramadan, aku mengganti foto Kurt Cobain yang ada di dekstopku dengan hadist ini. Pertama kali membaca hadist ini, jidatku mengernyit dan harus membaca berkali-kali, baru paham. Continue reading