Jalan-jalan ke NGV

NGV adalah National Gallery of Victoria yang letaknya di pusat Kota Melbourne. Sebenarnya tahun lalu aku sudah pernah ke sini, tetapi yang membuat aku tidak pernah bosan adalah NGV selalu meng-install seni tematik baru setiap beberapa bulan. Akhir tahun kemarin mereka memasang karya-karya Yayoi Kusama, sedangkan sekarang tema mereka adalah MoMA (Museum of Modern Art) New York. Selain itu, karena aku tinggalnya satu jam jauhnya dari kota, pergi ke kota selalu hal yang menyenangkan. Dan foto di bawah merupakan foto yang aku ambil di pameran seni Yayoi Kusama.

This slideshow requires JavaScript.

Continue reading

Second year! (and how I study in Monash)

Halo! Di sini sudah pukul 11 malam, tapi aku memutuskan untuk ngeblog dulu, karena besok aku bisa bangun agak siangan. Bukan karena apa, tapi di Melbourne subuhnya memang baru pukul 6 pagi dan matahari terbit pukul 7.30. Sedangkan maghrib pukul 17.20-an. Di sini memang sedang musim dingin. Jadi, kalau kamu puasa sekarang, itu cuman kurang dari 12 jam. Enak, kan?

Besok hari pertama kuliah di tahun keduaku dimulai. Ini klise, tapi aku ingin berkata, setahun kayak cepet ya. Kemarin rasanya baru saja orientasi (dan berjanji akan posting banyak hal tentang kuliah di sini tapi kurang tercapai), tetapi sekarang sudah tahun kedua. Semester ini aku ambil mata kuliah Second Language Acquisition dan World Englishes.

Aku pengen cerita sekaligus menjabarkan bagaimana persiapanku menghadapi minggu pertama, belajarnya seperti apa, dan bagaimana sistem pendidikan atau akses di Monash University. Gara-garanya, kemarin banyak teman yang bilang instagram story-ku isinya jalan-jalan mulu. Padahal, bukan berarti aku ngga belajar gaes, tapi masa iya aku upload tiap kali aku lagi belajar, kan ngga enak. Tapi ternyata upload stories jalan-jalan juga salah ya, haha! Oke, akan aku kurangi upload stories ya gaes.


Continue reading

Jadi Volunteer

(1)

Sudah tahu kan aku sedang menjadi relawan di sini? Namun aku sudah mengisi form tidak hadir karena masih liburan di Indonesia. Toh, karena ini sifatnya keikhlasan dan tidak dibayar, tidak ada unsur paksaan. Kalau sibuk dan tidak bisa mengajar boleh asalkan ada pemberitahuan, jangan tiba-tiba menghilang.

Namun, aku ragu akan meneruskan menjadi relawan di sini atau tidak. Pasalnya, hingga pertemuan ke-empat aku tidak bisa menjalin hubungan baik atau rapport dengan si adik. Dia laki-laki kelas 2 SD. Aku sudah menawarkan pelajaran matematika, bahasa, kerajinan tangan membuat robot, bermain uno, mewarnai, sampai bermain game di iPad. Tidak ada yang bisa membuatnya semangat atau ceria. Dia malah maunya main Subwey surfer atau Plant vs Zombie yang ada di iPad-ku, yang terpaksa aku uninstall agar dia tidak main itu terus. Aku juga sampai menawarkan dia menonton Netflix, film anak-anak, tapi dia tetap ogah-ogah-an. Aku benar-benar mati kutu dan merasa tidak bermanfaat.

Pada hari itu, dia berkata dia tidak akan datang lagi minggu depannya. Aku tidak tahu apakah itu hanya ancaman dia atau beneran, karena dia pernah bilang seperti itu, dan toh ujung-ujungnya dia tetap datang. Aku sebenarnya paham kenapa dia malas dan tidak termotivasi untuk melakukan apa pun, karena dia datang ke sini hanya karena disuruh ayahnya, sedangkan dia berkata dia memilih untuk bermain video game saja di rumah.
Continue reading

Not a Typical Day of the Not so Average Girl

(1)

Yesterday, one of my relatives married. I’m happy, and touched, yet sad and miserable for the fact that I’m freaking single. And the guy that I like probably do not realize that I like him, or he might realize about it but he do not like me back, or he actually has already his significant other, or whatsoever. I have so many probabilities in my head. So, I won’t be disappointed if things do not happen like what I want. Continue reading

Perbedaan Budaya dalam Bahasa Tulis dan Refleksi Diri

Bahasa tulis tentu berbeda dengan bahasa lisan. Dalam bahasa lisan, kita tidak perlu memperhatikan tanda baca, menggunakan huruf besar atau kecil, imbuhan, dan lain-lainnya. Dalam bahasa tulis, terutama dalam sisi akademik, kita harus memperhatikan segala detail dari topik, paragraf, isi, dan tanda baca. Standar bagus tidaknya bahasa tulis dan bahasa lisan juga berbeda. Dalam bahasa tulis, sebuah tulisan bisa dikatan  bagus jika mengikuti 7s, yaitu: clear (jelas), concise (singkat), concrete (konkret), correct (benar), coherent (koheren), complete (lengkap), dan courteous (santun).

Pertanyaannya adalah, apakah standar tulisan dari satu budaya ke budaya lainnya sama? Apakah kriteria tersebut bisa diaplikasikan ke berbagai budaya?

Continue reading

Culture Shock

Hari ini pas satu minggu aku berada di Malang, Indonesia. Dalam satu minggu, aku sudah makan nasi padang, bakso, nasi goreng, sate ayam, ceker, dan, soto. Makanan-makanan yang aku idam-idamkan selama ini. Masih banyak lagi makanan yang ingin aku makan sebelum kembali studi ke Australia. Dalam satu minggu, jadual bertemu teman-teman lama, silaturahmi ke saudara, dan family time juga full. Satu minggu berlalu dengan sangat cepat, dan aku sukanya, aku jarang buka media sosial. Walaupun agak-agak bersalah karena aku punya tanggungjawab di organisasi.

Continue reading

Pertemanan Laki-Laki dan Perempuan (Versi Gadis)

Otak, perasaan, dan mood, sulit sekali kalau sudah malam untuk diajak kompromi, entah kenapa. Padahal hari ini ada tugas yang belum aku kumpulkan. Sebenarnya sudah selesai dan sekarang sedang dicek oleh teman. Jadi, aku lumayan santai dan menulis di blog adalah cara untuk menyegarkan otak sekaligus menjadi produktif. Setelah menulis di sini, aku berjanji akan memaksa diriku untuk menulis esay. 

Temanku, menulis dengan judul yang sama, ‘Pertemanan Laki-Laki dan Perempuan’, di blog kalyanamita[dot]wordpress[dot]com.  Dia yang menulis duluan. Tempo hari, dia menunjukkan tulisan yang ini ketika kami sedang berdiskusi tentang sesuatu. Kami sering begini. Ketika curhat atau diskusi, daripada repot-repot menjelaskan hal yang sudah kami tulis di blog, kami akan saling berbagi tulisan masing-masing. Dan, tulisan dia yang ini membuat aku berkontemplasi selama beberapa hari terakhir.

*Yang berwarna biru, tulisan dari Darin di blog kalyanamita[dot]wordpress[dot]com.

Aku memasuki fase pertemanan orang-orang dewasa, dan jenis hubungan di atas ternyata gak selalu bisa disebut teman dalam beberapa budaya atau lingkar pertemanan.

Continue reading