Abbotsford Convent: Jalan-jalan Ala Mahasiswa Akhir Bulan

Abbotsford Convent: Jalan-jalan Ala Mahasiswa Akhir Bulan

Sebelum aku ke sini, Bu Unita sudah ke sini terlebih dahulu. Beliau adalah dosen psikologi sekaligus pengurus PSLD (Pusat Studi dan Layanan Disabilitas) di Brawijaya. Beberapa waktu lalu, beliau sempat berkunjung ke Melbourne karena ada launching AIDRAN (Australia-Indonesia Research and Advocacy Network) di La Trobe. Di sela-sela waktu sibuknya, beliau sempat ke Abbotsford dan merekomendasikan tempat ini ke aku.

Read more
Sydney Trip: Where to Go (Part 2)

Sydney Trip: Where to Go (Part 2)

Welcome to my Sydney where-to-go list part two! I added some food we enjoyed and other stuff in the end of the list. Enjoy! 🙂

1. Bondi beach

It pronouns  /ˈbɒnd.aɪ/. Some people still pronouns it /ˈbɒndɪ/. I know it is weird, but it is what it is.

This beach is absolutely beautiful. It is definitely one of Sydney’s tourist attractions besides Opera House. I rate this place 10/10 🙂

Read more
Sydney Trip: Where to Go (Part 1)

Sydney Trip: Where to Go (Part 1)

Back in early 2018, my mates –Rini and Andika– and I had a Sydney trip. I think that was the farthest, the longest, and one of the fantastic journeys I had this year. We experienced tremendous and sad things during the trip.

Now I am going to tell some places we visited. I will rate the site 1 to 10, according to my personal preferences. So you can add it to your bucket list and visit it when you are in Sydney 🙂 

Read more
Jalan-jalan ke NGV

Jalan-jalan ke NGV

NGV adalah National Gallery of Victoria yang letaknya di pusat Kota Melbourne. Sebenarnya tahun lalu aku sudah pernah ke sini, tetapi yang membuat aku tidak pernah bosan adalah NGV selalu meng-install seni tematik baru setiap beberapa bulan. Akhir tahun kemarin mereka memasang karya-karya Yayoi Kusama, sedangkan sekarang tema mereka adalah MoMA (Museum of Modern Art) New York. Selain itu, karena aku tinggalnya satu jam jauhnya dari kota, pergi ke kota selalu hal yang menyenangkan. Dan foto di bawah merupakan foto yang aku ambil di pameran seni Yayoi Kusama.

This slideshow requires JavaScript.

Read more

Going to Wilsons Promontory National Park

Going to Wilsons Promontory National Park

Aku belum pernah mendaki di Indonesia, dan aku ingin sekali mendaki karena banyak yang bilang bahwa pendakian itu sangat menyenangkan. Lalu, siapa sangka bahwa pengalaman pendakianku pertama berlangsung di negeri rantau, Australia.

Aku dan grup arisan -iya aku punya kelompok arisan di sini- memutuskan untuk mengadakan arisan bulan Februari di Wilsons Promontory National Park karena mumpung masih liburan. Kalau sudah waktunya kuliah tentu kami pasti akan fokus mengerjakan esai, sehingga akan sulit untuk sekedar berkumpul bersama-sama. Lalu, di sana ada banyak pantai yang bisa dinikmati dan gunung yang didaki. Kami memutuskan untuk membuat tenda di sana dan mendaki pagi-pagi.

Pada hari pertama, 3 Februari kemarin, kami singgah ke Norman lookout dan Pantai Squeaky.

Squeaky artinya mencicit. Pasir pantai di sana memang kalau diinjak ada suara mencicit.

Read more

Jalan-Jalan ke Kampung Wisata Topeng Malang dan Coban Bidadari

Jalan-Jalan ke Kampung Wisata Topeng Malang dan Coban Bidadari

Minggu pagi sebenarnya sudah aku jadwalkan untuk lari pagi. Namun entah kenapa saat itu aku merasa bosan sekali untuk melangkahkan kaki ke stadion. Alih-alih berolahraga, aku memutuskan untuk menarik selimut dan kembali terlelap. Tidak tidur lagi setelah sholat subuh memang tanntangannya sangat luar biasa.

Aku bangun pukul 7, lalu segera mengecek instagram. Memang kids zaman now. Ternyata ada DM dari Rofi, teman sesama PSLD dan Akartuli, yang mengajak ke CFD (Car Free Day) Malang. Ya tentu aku mau lah. Segera aku mempersiapkan diri dan memesan abang grab. Aku sekarang lebih suka memakai jasa grab daripada jasa ojek online satunya karena lebih murah.

“Jangan lupa bawa helm sendiri” kata Rofi.

Read more

Enrolling at The Campus and Going to The City

Enrolling at The Campus and Going to The City

Kemarin, Selasa, 11 Juli 2017 adalah waktunya daftar ulang di Monash University. Ketika aku masuk kelas, aku disambut oleh ibu-ibu ramah untuk mengambil formulir. Di kelas sudah ada beberapa mahasiswa. Ada yang dari Bali, China, US, Colorado, Arab, dan lain-lainnya. Benar-benar kelas international dengan berbagai budaya. Aku sempat minder waktu itu, karena aku tidak yakin dengan kemampuanku sendiri.

Setelah menunggu beberapa menit, ketua jurusanku datang, namanya H. Beliau meminta kami berkumpul di pojok ruangan untuk mendiskusikan mata kuliah semester pertama dan bagaimana caranya kalau ingin mengambil research. Beliau orangnya keren sekali. Cara duduknya setengah bersila sambil menjelaskan mata kuliah ke kami. Cara berbicara dan gesturnya juga tidak kaku, tidak seperti dosen pada umumnya. Ternyata di kuliah master ini satu semester hanya 2 mata kuliah yang bisa diambil, tetapi walaupun hanya 2, kata teman-teman yang sudah berpengalaman sekolah di sini, tugasnya bisa sangat banyak dan sulit.

Setelah H selesai menjelaskan, aku mengobrol dengan 2 teman baruku, yang bernama Diona dari China dan Yala dari Arab. Ternyata mereka sudah 3 bulan di sini untuk belajar Bahasa Inggris dan mengejar nilai IELTS. Mereka kaget aku baru satu minggu di sini karena kata Fiona Bahasa Inggrisku bagus. I’m flattered, itu moodbooster buat aku. Iya ya, kenapa aku ngga percaya diri dengan kemampuanku sendiri. There is no reason for that.

IMG_0626[1]
Diona and Yala (not their real name, nama disamarkan)
Read more