How to Shop in Melbourne on A Student Budget

How to Shop in Melbourne on A Student Budget

OK. My clothing preferences is chic, casual, girly, and clean-look. Chic-look is pretty much a modern kind of outfit, an I-dont-care look, and for the most important is oh-itโ€™s-good-on-me look. Clean-look is basically just white, black, or a combination of these two. So, these shopping recommendations below is based on my preferences. It might and might not suit your preferences.

My super chic-casual look ๐Ÿ™‚
Read more
Barbie Snag on Weds

Barbie Snag on Weds

Untuk memperkuat sosialisasi bahasa keduaku, aku mengikuti banyak kegiatan volunteer di kampus. Selain ‘memaksa’ku untuk berkomunikasi dengan Bahasa Inggris dengan orang-orang berbagai budaya dan aksen, aku suka karena kampus suka memberi kaos dan jaket gratis kepada volunteer. ๐Ÿ˜Œ Siapa yang tidak bangga memakai hoodie apparel kampus?

Kali ini aku menjadi volunteer Wednesday Session. Di Kampus Monash, setiap Hari Rabu selalu ada makanan dan minuman gratis dan juga band indie. Mendengarkan band-band indie Australia aku pikir juga memperkuat kognitifku pada bahasa keduaku, Bahasa Inggris, yang tengah aku pelajari.

Read more
Makna Referensial: (Unicorn yang onlen-onlen itu?)

Makna Referensial: (Unicorn yang onlen-onlen itu?)

Beberapa hari lalu, aku lihat soal-soal Bahasa Indonesia USBN adikku yang kelas 12. Adikku memang Bahasa Indonesia-nya jago. Nilai Bahasa Indonesianya bagus, dan, in fact, terbagus dari nilai-nilai yang lain. Ada satu soal yang menurutku menarik, tentang kata yang mengandung makna referensial.

Aku de javu, karena aku seperti pernah mempelajarinya. Setelah adikku menjelaskan, oh ternyata aku pernah baca itu di buku semantik, dan istilah Bahasa Inggris-nya reference. Aku baru tahu kalau di Bahasa Indonesia-kan jadi referensial.

Read more
Curhat Thesis (2): Transkrip Data

Curhat Thesis (2): Transkrip Data

Sebelumnya, aku ingin berterimakasih kepada teman-teman yang sudah membaca dan menulis komentar di postingan aku berjudul curhat thesis. Apa yang kalian lakukan berarti banyak buat aku, karena aku kadang bingung harus bercerita kepada siapa. Kadang tidak semua orang mengerti dan memahami apa yang sedang aku kerjakan. Jadi, aku berfikir, lebih baik aku tuliskan saja di blog. Bisa jadi tulisan tentang proses menulis thesis ini bermanfaat bagi kalian yang sedang menulis skripsi dan thesis, bahwa, kalian tidak sendirian! Wahai pejuang skripsi, thesis, dan disertasi, be strong!

Ohya tulisan ini, aku sengaja tidak terlalu serius. Tulisan ini lebih seperti tentang berbagi pengalaman, suka duka yang aku kerjakan, dan mungkin aku juga akan berbagi tips. Bagi teman-teman yang sedang membaca dan ingin memberi kritik dan saran, apalagi menyemangati, boleh banget! (haha).

Selain itu perjuangan thesis-ku masih panjang, jadi aku jamin akan ada seri curhatan thesis yang banyak sekali. Dan hari ini aku ingin bercerita tentang sulitnya membagi waktu, bagaimana mengatasi diri sendiri agar tidak panik, dan transkrip data wawancara.

Read more
Curhat Thesis

Curhat Thesis

Kalau zaman skripsian dulu, ada namanya panduan skripsi. Didalamnya sudah lengkap dari susunan skripsi sampai cara mereferensi. Jadi, sebenarnya ya tinggal dibaca.

Kalau sekarang, mana ada panduan thesis. Sebenarnya kalau susunan thesis kami sudah pernah diajari pada matakuliah Research Method, yang aku sudah ambil pada semester dua malah. Cara referensi juga sudah terlatih dari semester satu, karena pasti sama aja dan itu-itu aja. Panduannya bisa klik di sini kalau mau baca.

Penampakan kampus tercinta
Read more
Anjing (!)

Anjing (!)

Sebenarnya aku agak takut anjing. Bukan karena anjingnya, tapi aku takut najisnya. Apalagi di Australia banyak orang memelihara anjing. Setiap kali aku ke pantai atau ke taman, aku pasti ketemu anjing. Situasi yang sangat berbeda jika dibandingkan di Malang.

Di Malang, jarang sekali orang memelihara anjing atau mengajak anjing jalan-jalan di taman. Memang sih, di Malang mayoritas masyarakatnya adalah Muslim. Jadi karena air liur anjing itu najis dan hukum memelihara anjing –tanpa ada tujuan yang jelas– adalah haram, jarang orang memelihara hewan ini. Paling banter, orang biasanya bawa anjing di CFD (Car free day) Jalan Ijen. Selain itu, paling banyak juga kucing liar, yang mana kucing hukumnya tidak najis dalam islam.

Sepemahamanku, air liur anjing najis hukumnya. Kalau bulunya, waktu pertama kali datang ke Australia, aku belum melakukan ‘research’ dan aku pikir itu juga najis. Jadi, aku sangat takut anjing. Aku takut dengan najisnya.

Tapi lama-lama aku pikir, ngapain sih aku harus takut anjing. Toh walaupun Allah SWT menciptakan air liur anjing itu najis, Allah SWT juga mengajarkan bagaimana mensucikan najis. 

Dan akhirnya, aku pun melakukan research di google. Ada tiga pendapat tentang najisnya anjing yang kamu bisa baca disini, disini, dan disini. Aku setuju bahwa air liur anjing najis, sedangkan bulunya jika kering tidak najis. Toh kalaupun terkena air liurnya, juga bisa disucikan dengan cara dibasuh tujuh kali dan salah satunya dengan debu/tanah. Bisa dibaca disini juga tentang hadist membersihkan najis anjing.

Acara stressless week di Monash Kampus Clayton
Read more