Bahasa Isyarat sebagai Bahasa Kedua: Kenapa Bahasa Isyarat Sulit dipelajari Bagi Orang Dengar?

Tulisan ini aku tulis sebagai refleksi atas diriku sendiri sebagai orang dengan yang mempelajari bahasa isyarat sebagai bahasa kedua. Lebih tepatnya bahasa kedua yang keempat setelah bahasa inggris. Aku bilingual Bahasa Indonesia dan Bahasa Jawa. Bahasa Inggris dulu adalah bahasa asing bagiku, tetapi seakarang sudah menjadi bahasa kedua. Lalu bahasa isyarat adalah bahasa keduaku juga, bukan bahasa asing, karena beberapa tahun lalu aku frekuensiku menggunakan bahasa isyarat lebih sering daripada  bahasa inggris. Continue reading

Teman

Menurutku, teman itu seperti jodoh. Tepak-tepak-an. Dan teman juga seperti ‘bisnis’ yang kita harus berinvestasi di dalamnya. Dan menurutku teman itu juga ada hubungan timbal balik.

Misalnya begini, aku Arin dan Rajib berteman. (Mereka juga punya blog dan karena kami sering menulis tentang pertemanan kami di blog, jadi aku pikir tidak apa-apa aku memakai nama asli mereka dan aku jadikan contoh di sini). Kami sedang LDR, karena aku di Australia, Rajib di Surabaya, dan Arin di Bandung. Namun, kami tetap berinvestasi dalam pertemanan kami. Kami punya group WhatsApp bernama ‘Geng Rumpik’ yang mana kami bisa saling cerita dari masalah kuliah sampai perasaan. Dan aku suka hubungan timbal balik ini, karena mereka orang yang aku sayang, dan mereka juga sayang aku sekalipun aku menyebalkan. 🙂

Arin tipe orang yang tidak pernah mengunggah siapa saja temannya di sosial media. Rajib apalagi, dia jarang pakai instagram sepertinya, kecuali stalking si itu. Dan aku hanya mengunggah apa yang menurutku nyeni banget. We do not have to show the world that we are bestfriend, but we do exist.

Dan menulis itu, therapeutic. Continue reading

​Does Your Extrovert/Introvert Personality Affect your L2 Learning?

I really love this week reading material!

We discuss about affective and personality differences whether it will affect second language (L2 learning). I’m always interested in psychology, so when the topic is about character, I couldn’t be more excited!

In this post, the topic that I discuss is from classroom discussion and from Ortega’s book: Understanding Second Language Acquisition (chapter 9), which actually you could download for free at b-ok.xyz. But I would not discuss everything, I will only focus on the extrovert and introvert personality. *I adore that website, anyway, since they always provide a range of materials that I could download for my assignments.

Continue reading

I Got a Racist Email (2)

Karena email yang dia tulis tersebut, yang menyatakan bahwa kebanyakan orang Australia terganggu dengan keberadaan wanita muslim yang memakai hijab, tertutama burqa, membuatku berfikir bahwa apakah kebanyakan orang-orang Australia seperti itu. Walau aku juga yakin, yang dia nyatakan itu adalah sebuah hiperbola. Toh, dia juga tidak menyatakan data autentik yang mendukung argumennya itu. Tetapi, ada beberapa orang yang bilang beberapa orang Australia memang rasism, terutama di negara bagian Queensland. Namun, seberapa banyak? Aku pikir, ada baiknya bertanya kepada orang lokal.

Sabtu lalu, aku bertemu dengan temanku di tempat aku mengajar, yang merupakan orang lokal. Dia juga mahasiswa di Monash University, jurusan International Development. Aku cukup akrab dengan dia, dan kami sering bercerita banyak hal. Jadi, aku ceritakan ke dia tentang pengalamanku pahitku itu. (Well, ga pahit-pahit banget sih. B aja).

Continue reading

I Got A Racist Email​

Hi guys!

Apparently, I have just received an ‘interesting’ email. I actually received it a few days ago, but since I blocked the email address of this person,  the messaged did not appear on my inbox. I checked my spam folder this evening, and I found out he already sent me two emails. The first one, which I posted in my Instagram story, was this:

Screenshot 2018-08-31 21.08.54

I know, it is ‘mind-blowing’. Take a deep breath, peeps. And the second one is this:

Screenshot 2018-08-31 21.09.28

I do not think he is truly sincere though, and he is already offended me in the first place, so I have a zero respect for him. Well, before I tell you my response and my opinion regarding this email, I bet you wonder how I know or met this person, and whether he is my friend.


Continue reading

Pergeseran Makna Kata ‘Ihkwan’ dan ‘Akhwat’

Dalam Bahasa Indonesia, pergeseran makna ada enam jenis. PR Bahasa Indonesia dan Dosen Bahasa memaparkan dalam website-nya, yaitu generalisasi, spesifikasi, peyorasi, ameliorasi, sinestesia, dan asosiasi. Kalian bisa langsung klik link tersebut atau google sendiri di mesin pencari. Dalam artikel ini, aku lebih fokus pada spesialisasi (menyempit).

Lalu, kata-kata dalam Bahasa Arab yang aku bahas kali ini adalah ‘Ikhwan’, ‘Akhwat’, ‘Madrasah’, dan ‘Astaghfirullah’. Menurutku, kata-kata dalam Bahasa Arab ini menarik untuk dikaji, karena orang muslim di Indonesia lazim menggunakan kata-kata tersebut, tetapi dalam makna yang berbeda dari asalnya.

Pertama, tentang ‘ikhwan’ dan ‘akhwat’. Berdasarkan yang aku baca di sini, kata yang pertama merupakan sebutan secara umum untuk laki-laki, sedangkan kata yang kedua untuk perempuan. Jadi, sudah jelas di sini bahwa kata ‘ikhwat’ semata-mata mengandung makna referensial panggilan untuk laki-laki dan ‘akhwat’ panggilan untuk perempuan. Komunitas islam masyarakat Indonesia, sebagian besar, juga sering menggunakan kata ini. Namun, mereka menggunakan makna referensial yang berbeda. Sadar atau tidak sadar. Aku kira-kira sih, tidak sadar.

Continue reading

Jalan-jalan ke NGV

NGV adalah National Gallery of Victoria yang letaknya di pusat Kota Melbourne. Sebenarnya tahun lalu aku sudah pernah ke sini, tetapi yang membuat aku tidak pernah bosan adalah NGV selalu meng-install seni tematik baru setiap beberapa bulan. Akhir tahun kemarin mereka memasang karya-karya Yayoi Kusama, sedangkan sekarang tema mereka adalah MoMA (Museum of Modern Art) New York. Selain itu, karena aku tinggalnya satu jam jauhnya dari kota, pergi ke kota selalu hal yang menyenangkan. Dan foto di bawah merupakan foto yang aku ambil di pameran seni Yayoi Kusama.

This slideshow requires JavaScript.

Continue reading