Curhat Thesis (2): Transkrip Data

Curhat Thesis (2): Transkrip Data

Sebelumnya, aku ingin berterimakasih kepada teman-teman yang sudah membaca dan menulis komentar di postingan aku berjudul curhat thesis. Apa yang kalian lakukan berarti banyak buat aku, karena aku kadang bingung harus bercerita kepada siapa. Kadang tidak semua orang mengerti dan memahami apa yang sedang aku kerjakan. Jadi, aku berfikir, lebih baik aku tuliskan saja di blog. Bisa jadi tulisan tentang proses menulis thesis ini bermanfaat bagi kalian yang sedang menulis skripsi dan thesis, bahwa, kalian tidak sendirian! Wahai pejuang skripsi, thesis, dan disertasi, be strong!

Ohya tulisan ini, aku sengaja tidak terlalu serius. Tulisan ini lebih seperti tentang berbagi pengalaman, suka duka yang aku kerjakan, dan mungkin aku juga akan berbagi tips. Bagi teman-teman yang sedang membaca dan ingin memberi kritik dan saran, apalagi menyemangati, boleh banget! (haha).

Selain itu perjuangan thesis-ku masih panjang, jadi aku jamin akan ada seri curhatan thesis yang banyak sekali. Dan hari ini aku ingin bercerita tentang sulitnya membagi waktu, bagaimana mengatasi diri sendiri agar tidak panik, dan transkrip data wawancara.

Read more
Curhat Thesis

Curhat Thesis

Kalau zaman skripsian dulu, ada namanya panduan skripsi. Didalamnya sudah lengkap dari susunan skripsi sampai cara mereferensi. Jadi, sebenarnya ya tinggal dibaca.

Kalau sekarang, mana ada panduan thesis. Sebenarnya kalau susunan thesis kami sudah pernah diajari pada matakuliah Research Method, yang aku sudah ambil pada semester dua malah. Cara referensi juga sudah terlatih dari semester satu, karena pasti sama aja dan itu-itu aja. Panduannya bisa klik di sini kalau mau baca.

Penampakan kampus tercinta
Read more
Kota Malang dan Disfemisme

Kota Malang dan Disfemisme

Eufemisme adalah bagaimana kita mengungkapkan kata-kata dan ekspresi yang negatif dan taboo dengan menggunakan kata-kata yang lebih positif dari yang kita maksud; atau, bagaimana kita mengungkapkan sesuatu yang taboo dengan sopan. Eufemisme sudah ada dari zaman baheula. Kalau kata Kate Burridge dalam bukunya yang berjudul ‘Eufemisme dan Disfemisme’, yang diterbitkan tahun 2017, topik-topik pembicaraan seperti bagian tubuh, marital status, sexual intercourse, kebencian, kematian, dan bahkan agama menginspirasi banyak kata taboo.

Read more
Abbotsford Convent: Jalan-jalan Ala Mahasiswa Akhir Bulan

Abbotsford Convent: Jalan-jalan Ala Mahasiswa Akhir Bulan

Sebelum aku ke sini, Bu Unita sudah ke sini terlebih dahulu. Beliau adalah dosen psikologi sekaligus pengurus PSLD (Pusat Studi dan Layanan Disabilitas) di Brawijaya. Beberapa waktu lalu, beliau sempat berkunjung ke Melbourne karena ada launching AIDRAN (Australia-Indonesia Research and Advocacy Network) di La Trobe. Di sela-sela waktu sibuknya, beliau sempat ke Abbotsford dan merekomendasikan tempat ini ke aku.

Read more
Sydney Trip: Where to Go (Part 2)

Sydney Trip: Where to Go (Part 2)

Welcome to my Sydney where-to-go list part two! I added some food we enjoyed and other stuff in the end of the list. Enjoy! 🙂

1. Bondi beach

It pronouns  /ˈbɒnd.aɪ/. Some people still pronouns it /ˈbɒndɪ/. I know it is weird, but it is what it is.

This beach is absolutely beautiful. It is definitely one of Sydney’s tourist attractions besides Opera House. I rate this place 10/10 🙂

Read more
Sydney Trip: Where to Go (Part 1)

Sydney Trip: Where to Go (Part 1)

Back in early 2018, my mates –Rini and Andika– and I had a Sydney trip. I think that was the farthest, the longest, and one of the fantastic journeys I had this year. We experienced tremendous and sad things during the trip.

Now I am going to tell some places we visited. I will rate the site 1 to 10, according to my personal preferences. So you can add it to your bucket list and visit it when you are in Sydney 🙂 

Read more
Anjing (!)

Anjing (!)

Sebenarnya aku agak takut anjing. Bukan karena anjingnya, tapi aku takut najisnya. Apalagi di Australia banyak orang memelihara anjing. Setiap kali aku ke pantai atau ke taman, aku pasti ketemu anjing. Situasi yang sangat berbeda jika dibandingkan di Malang.

Di Malang, jarang sekali orang memelihara anjing atau mengajak anjing jalan-jalan di taman. Memang sih, di Malang mayoritas masyarakatnya adalah Muslim. Jadi karena air liur anjing itu najis dan hukum memelihara anjing –tanpa ada tujuan yang jelas– adalah haram, jarang orang memelihara hewan ini. Paling banter, orang biasanya bawa anjing di CFD (Car free day) Jalan Ijen. Selain itu, paling banyak juga kucing liar, yang mana kucing hukumnya tidak najis dalam islam.

Sepemahamanku, air liur anjing najis hukumnya. Kalau bulunya, waktu pertama kali datang ke Australia, aku belum melakukan ‘research’ dan aku pikir itu juga najis. Jadi, aku sangat takut anjing. Aku takut dengan najisnya.

Tapi lama-lama aku pikir, ngapain sih aku harus takut anjing. Toh walaupun Allah SWT menciptakan air liur anjing itu najis, Allah SWT juga mengajarkan bagaimana mensucikan najis. 

Dan akhirnya, aku pun melakukan research di google. Ada tiga pendapat tentang najisnya anjing yang kamu bisa baca disini, disini, dan disini. Aku setuju bahwa air liur anjing najis, sedangkan bulunya jika kering tidak najis. Toh kalaupun terkena air liurnya, juga bisa disucikan dengan cara dibasuh tujuh kali dan salah satunya dengan debu/tanah. Bisa dibaca disini juga tentang hadist membersihkan najis anjing.

Acara stressless week di Monash Kampus Clayton
Read more