Mau Sukses Kapan?

Mau Sukses Kapan?

Aku menulis ini gara-gara ada mahasiswaku yang bertanya, “Miss, apa Bahasa Inggrisnya, mau sukses kapan?”

“Hah, gimana maksudnya?”

“Ya mau sukses kapan gitu lo, miss. Habis lulus apa gimana?”

Aku pun berfikir keras. “Sukses kan bisa kapan aja”

Dia kayaknya juga berfikir keras. Aku berfikir keras lagi, “When will you are going to be succeed? Ih aneh, ga ada di Bahasa Inggris”.


Minggu kemarin, aku dan partner bekerjaku memutuskan untuk menggabungkan kelas speaking kami. Partnerku mengajar kelas Pendidikan Bahasa Indonesia, sedangkan aku mengajar kelas Teknik Mesin. Ketika postingan ini diterbitkan, mereka sama-sama sedang berada di semester 2. Kami memutuskan untuk menggabungkan kelas kami biar seru! Kami memberi mahasiswa daftar pertanyaan dan memberikan mereka kebebasan untuk bertanya apa saja kepada mahasiswa selain jurusan mereka. Jadi, mahasiswaku harus bertanya kepada mahasiswa partnerku, dan sebaliknya.

Alasan kami menggabungkan mahasiswa juga untuk mempersulit mahasiswa. Hahaha! Ga ding. Biasanya kalau bertanya ke teman sekelas, apalagi menggunakan Bahasa Inggris, kurang motivasi. Namun, jika difasilitasi untuk speaking dengan kelas lain, mereka tentu akan lebih tertantang. Mereka juga akan beneran nanya, karena mereka tidak saling kenal. Kalau bertanya atau wawancara dengan teman sendiri sekelas, tentu tidak seru dan tidak ada tantangannya karena mereka sudah saling kenal. Itulah akhirnya, kami menggabungkan kelas speaking kami.

Selain itu, kami paham kalau mahasiswa zaman sekarang suka modus. Banyak yang jomblo pula. Jadi, sebagai dosen yang baik — kami memfasilitasi mahasiswa kali aja ada yang sekalian mau cari jodoh.

Dari template pertanyaan yang kami berikan, kami memberikan kesempatan mahasiswa untuk bertanya apa saja kepada lawan bicaranya. Ada yang bertanya ukuran sepatu lah, jumlah mantan, username IG, dan yang paling bikin aku ketawa ngakak, ada mahasiswaku yang membuat pertanyaan begini: “Why do you have to born in this world?”. Yang ngejawab juga ga kalah edan. Katanya, “Because my mother is pregnant”.

Oh, terus ditanya lagi, “What is your destination in life?”. Dijawab, “Following the evil’s path”. Edan-edan emang mahasiswaku. Tapi aku suka mereka kreatif dan mikirnya out of the box.

Salah satu pertanyaannya yang bikin aku mikir sampai sekarang itu, ketika aku ditanya, apa Bahasa Inggrisnya ‘mau sukses kapan’. Di satu sisi, dalam budaya Bahasa Inggris, tidak ada ekspresi dalam Bahasa Inggris seperti itu. Maksudnya, English speakers would not ask that kind of question. Jadi, kalau di Bahasa Inggriskan akan aneh dan sedikit memaksa. Kedua, apa yang dia pikirkan sama seperti aku dulu.

Aku dulu juga tipe orang yang berfikir ‘sukses itu nanti saja’. Nanti aja aku sukses, mau bahagia kalau sudah lulus S1. Setelah S1, berfikir, nanti aja ah, aku mau sukses kalau sudah S2. Setelah S2, nanti ah aku sukses kalau sudah bekerja. Ketika sudah bekerja pun, seperti sekarang ini, aku merasa aku belum apa-apa dan belum sukses. If you know me well, you must have known that I’m always being at hard on myself. Bersyukur dan perasaan selalu ingin ini-itu itu beda tipis emang.

Jadi gini, definisi sukses itu sebenarnya kita sendiri yang menentukan. Aku sadarnya juga baru akhir-akhir ini kok. Sebenarnya kamu juga bisa sukses ketika kamu masih mahasiswa. Contoh, ada mahasiswaku yang dia kerja sama kuliah dan masih ikut organisasi lagi. Menurutku dia sukses. Ada mahasiswaku yang suka datang terlambat, kemudian suatu hari dia berhasil tidak datang terlambat dan disambut riuh tepuk tangan teman-temannya; dia sukses kok. Ada mahasiswaku semester lalu yang sampai minggu ke-14 menjelang UAS jarang aktif, lalu suatu ketika dia tiba-tiba berani menjawab pertanyaanku di kelas; menurutku dia sukses.

Maksudku menyampaikan ini semua adalah, hidup memang proses. Kamu bisa sukses kapan saja dan cuman kamu yang bisa menentukan tolak ukur kesuksesanmu. Kamu tidak perlu menunggu sampai nanti-nanti untuk merasa bahwa kamu sudah sukses. Kita bisa kok sukses melakukan hal-hal kecil di kehidupan kita. Contoh, hari ini aku sukses merevisi tiga bab buku yang sedang aku tulis dan membuat materi mengajar H-2 jam sebelum kelas dimulai. (hahaha).

Kemudian, yang paling penting juga adalah, kamu tidak bisa membandingkan dirimu sendiri dengan orang lain. Jangan pernah. Aku pernah membandingkan diriku dengan seorang teman yang juga sekolah di Australia. Ketika semester pertama sekolah di Australia, Bahasa Inggrisku masih sangat biasa saja dan tidak bagus sama sekali. Sementara itu, temanku ini Bahasa Inggrisnya sudah wow dan aksen-nya suda sangat Aussie sekali. Tentu aku merasa insecure dan tidak sukses. Eh ternyata ketika ditelisik, dia memang sebelumnya sudah pernah tinggal di Australia selama beberapa tahun. Ya iyalah, Bahasa Inggrisnya sudah sebagus itu!

Itulah, makanya kita tidak pernah bisa membandingkan diri kita sendiri dengan orang lain. Kita semuanya punya starting point dan background knowledge yang berbeda-beda.

Sekali lagi, definisi sukses setiap orang punya akat ukur yang bebeda-beda. Kalau aku sendiri, mungkin aku sudah sukses dalam beberapa hal. Seperti kata bapak ojol, “Wah, mbaknya sudah sukses, ya”. Namun, hidup adalah sebuah proses. Kita akan selalu berproses, karena kita masih hidup. Kita nggak stuck. Kita ngga diam di tempat. Aku sendiri masih merasa belum apa-apa karena masih banyak hal yang ingin aku capai. Bukan berarti aku ngga sukses, tapi tolak ukur kesuksesanku akan selalu berubah karena aku bertambah usia (yang semoga diiringi dengan bertambahnya kedewasaanku– tapi sepertinya tydaq). Tolak ukur kesuksesanku akan selalu berubah, ya karena aku tidak mau stuck dan gitu-gitu aja.

Kita hidup cuman satu kali. Tentu kita mau hidup kita berfaedah dan bermanfaat untuk orang lain kan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s