Top 5 Podcasts to Listen to (Gadis Version)

Top 5 Podcasts to Listen to (Gadis Version)

Do you like to listen to podcasts? Me too!

I love to listen to podcasts because I love listening to people. Well, I’m an auditory person :). I listen to it while I’m studying or writing something or mostly while I’m running. Sometimes I prefer listening to podcasts instead of music while running because I tend to get bored with my own running playlist. I most likely memorize all of the songs in my playlist. Meanwhile, if I listen to a new episode of a podcast, I never expect what I’m about to hear. Selain itu, menyiapkan running playlist takes time, apalagi kalau tidak mau bosan harus rajin-rajib update playlist. Sementara itu, kalau podcast tinggal download aja podcast mana yang mau didengarkan ketika lari.

Kalau misalnya mau lari lama, ga bakal terasa. Kalau kamu mau lari selama 30 menit, tinggal cari aja podcast yang durasinya 30 menit. Kalau mau jogging satu jam, tinggal download podcast yang durasinya satu jam. Jika dibandingkan dengan mendengarkan lagu, aku cepat bosen karena misalnya ya, kalau lari satu lapangan biasanya aku bakal habis 1 lagu, sekitar 3-4 menit. Kalau podcast, seperti yang aku bilang tadi, aku gatau mereka bakal bilang apa. Jadi ada faktor ‘surprise’.

So, here are my favorite podcasts ever that I think you should listen to it too:

  1. The Health Code Podcast

Ini adalah podcast Sarahs’ Day dan KJ Tilse. They are a couple from Australia. Sarah is my favorite vlogger too, but I rarely watch her vlog because I’m not really into vlogs.

Aku suka Health Code karena aku suka dengerin aksen-nya Sarah dan Kurt yang menurut aku Aussie banget. Most of Australians do not like their accents, ngga tahu kenapa, tapi aku suka banget malah. I wish I could speak fluently in Australian accent. Jadi, aku suka dengerin mereka sambil aku tiruin aksennya, biar aksen Inggrisku ada nuansa aksen Australianya.

Kedua, aku suka konten Health Code podcast. Mereka suka ngebahas tentang kesehatan, pekerjaan, kehidupan sehari-hari dan yang paling aku suka: relationship. Tentang kesehatan dan keluarga, keluarga Sarah itu goals banget buat aku. They have a baby, but somehow they can keep their work and their social life. Even they manage to have podcast and youtube vlog. They are also able to keep their body healthy by going to the gym. What a family goal, right! I truly adore Sarah’s body. If you follow her Instagram, you will know why.

Regarding relationship, every time they talk about it, itu selalu hal yang real yang mereka ambil dari hubungan mereka sendiri atau hubungan sebelumnya. Kalau kamu dengerin mereka berdua, mereka itu serasi banget dan mereka berdua selalu koplak. Mereka selalu ngasih tips-tips tentang hubungan yang menurut aku up-to-date banget. Secara sih, sebenernya si Sarah juga seusia aku. (Hahaha). They are such a millenial family.


2. Luke’s English Podcast

Selain aksen Australia, aku juga suka aksen British. Oleh karena itu, aku suka dengen Luke Thompson’s podcast karena dia British banget. Aku suka konten ini karena ngebahas tentang Bahasa Inggris, misalnya grammar atau expression in English. Udah gitu, pembawaan dia ini kocak banget jadi pernah gitu pas aku dengerin ini sambil lari, sampai ketawa sendiri.

Luke’s English Podcast cocok buat didengerin temen-temen yang level Bahasa Inggrisnya low-intermediate sampai advance. Untuk teman-teman yang masih beginner, bisa sih mendengarkan ini, tetapi mungkin agak susah karena si Babang Luke ngomongnya lumayan cepet dan dia sering memakai ekspresi dan collocation.


3. Espresso English Podcast

Nah, buat teman-teman yang masih pemula, aku menyarankan mendengarkan Espresso English Podcast. Bahkan jika kamu guru atau dosen Bahasa Inggris, podcast ini bisa menjadi media pembelajaran untuk skill listening. I highly recommend this podcast because each of the episode is only about 4 to 6 minutes. So, if you or your students need to repeat the podcast, you won’t waste your time. I mean, compare to Luke’s English Podcast that each of episode is around 60 minutes, Espresso English Podcast is shorter.

The podcaster of Espresso English Podcast, Shayna, also speaks really slowly and clear. She also does not use unfamiliar expression and idiom. That’s why, this podcast is really good for a beginner! 🙂


4. Psychology of Black Mirror

Is anyone here on Netflix? Kalau iya, nonton Black Mirror nggak? Kalau misalnya kalian nonton Black Mirror, kalian pasti tahu kalau serial Netflix yang satu ini super dark. Tema Black Mirror selalu tentang teknologi masa depan dan psikologi. Karena aku suka psikologi, podcast ini membantuku memahami what’s happening on the Black Mirror serials.

Misalnya, ini spoiler ya, di season 1 episode 1 Black Mirror, ada cerita ketika seorang perdana menteri diteror dan dia paksa ‘intercourse’ dengan babi. Kalau dia tidak melakukan intercourse, maka putri si presiden akan dibunuh.

Pada akhirnya si perdana menteri intercourse dengan babi. Parahnya adalah, si putri presiden sebenarnya sudah dibebaskan beberapa waktu sebelum si perdana menteri melakukan hal itu. Dan yang meneror bunuh diri, jadi dia ngga bisa ditanyain kenapa melakukan teror tersebut.

Nah, aku penasaran dong dengan psikologi dibalik itu semua. Makanya aku dengerin podcast ini.


5. Do You See What I see?

Ini satu-satunya podcast berbahasa Indonesia yang aku dengarkan selain podcast-ku sendiri (hahaha). Alasan aku mendengarkan podcast juga karena belajar Bahasa Inggris, jadi aku memang prefer mendengarkan podcasts berbahasa Inggris daripada Indonesia.

Nah, terus kenapa kok dengerin Do You See What I See? I’m into horror and thriller movies, so horror podcast, why not? I love the vibe and the way each story teller brought their stories, it was totally scary shit. That is why I stop listen to it for some time hahaha.


6. Podcast Kesayangan

Dan ya, aku punya podcast! Ini bukan punyaku aja, tapi punya dua sahabat aku juga: Arik dan Nana. Gimana ceritanya kita bisa buat podcast ini dan gimana kita bertiga bisa kenal?

Aku, Arik, dan Nana adalah teman SMA. Kami sama-sama kuliah di satu universitas yang sama, tetapi ketika S1 dulu kami tidak seakrab ini. Justru setelah kami sama-sama lulus S1, kami akrab lagi dan cukup sering ngopi bareng. Lalu suatu hari Arik nyletuk, “Bikin podcast yuk, sis“. Dan akhirnya kami langsung cus bikin podcast karena kami tim anti omdo. Aku juga mikirnya dari setiap pembicaraan kopi kami, kami suka ngomong dari hal-hal yang yang paling receh sampai serius. Podcast juga begitu kan? Jadi kenapa tidak di-podcast-kan?

That’s a wrap!

Itu tadi podcasts favorit aku, kalu misalnya kalian ada rekomendasi podcast yang asyiq, santai, atau berat tapi enak buat belajar, please feel free to let me know in the comment below. Atau kalau misalnya kalian ada rekomendasi tentang konten yang sebaiknya kami bicarakan di Podcast Kesayangan, boleh juga tulis di komentar di bawah ini.

Oke, see you, love you! ❤

One thought on “Top 5 Podcasts to Listen to (Gadis Version)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s