Bahasa Isyarat sebagai Bahasa Kedua: Kenapa Bahasa Isyarat Sulit dipelajari Bagi Orang Dengar?

Tulisan ini aku tulis sebagai refleksi atas diriku sendiri sebagai orang dengan yang mempelajari bahasa isyarat sebagai bahasa kedua. Lebih tepatnya bahasa kedua yang keempat setelah bahasa inggris. Aku bilingual Bahasa Indonesia dan Bahasa Jawa. Bahasa Inggris dulu adalah bahasa asing bagiku, tetapi seakarang sudah menjadi bahasa kedua. Lalu bahasa isyarat adalah bahasa keduaku juga, bukan bahasa asing, karena beberapa tahun lalu aku frekuensiku menggunakan bahasa isyarat lebih sering daripada  bahasa inggris.

Aku pikir, kenapa sih Bahasa Isyarat sulit dipelajari bagi orang dengar? Khususnya aku, sebagai Orang Indonesia yang sekarang sedang tidak di Indonesia. Satu hal yang aku soroti adalah pertama, belum ada kamus Bahasa Isyarat. Kamus pun, kamus yang ideal seharusnya berupa digital visual, bukan buku yang ada gambar lalu definisi arti di sampingnya. Aku pernah lihat kamus SIBI (Sistem Isyarat Bahasa Indonesia). Sebenarnya keren sekali, dan sangat tebal! Namun aku kurang bisa mengikuti isyaratnya.

Hakikat bahasa isyarat adalah gerakan visual, yang mudah dipelajari melalui gerakan. Sebagai pembelajar Bahasa Isyarat, aku merasa lebih mudah jika aku bisa melihat langsung gerakannya dan aku bisa praktikan. Jadi, walaupun di kamus ada gambar dan arah panah ke arah mana tangan kita harus gerakkan, aku masih tetap susah mengikuti.

Kenapa kamus isyarat belum ada? (Atau sudah ada tetapi belum tersebar luas, atau sudah ada tetapi belum lengkap). Aku juga maklum sih karena kamus isyarat jauh lebih sulit dibuat dibanding kamus pada umumnya yang hanya perlu ditulis dengan kata-kata.  Seperti aku sebutkan sebelumnya bahwa membuat kamus isyarat tidak hanya cukup mendeskripsikan gambar dengan kata-kata. Bahkan gambar dengan arah panah menurutku kurang, karena tidak ada ‘real movement’-nya. Jadi aku berfikir, kamus bahasa isyarat akan lebih efektif jika ada digital platform-nya. Sebenarnya dulu ada, namanya ‘ISARA’. Sekarang juga masih bisa di unduh aplikasinya di apple store atau di android, tetapi tidak bisa diakses 😦

Lalu, kosa isyarat, sama seperti kosa kata. Kosa isyarat adalah sebutan ‘lexical items‘ dalam bahasa isyarat. Kalau kosa kata dalam Bahasa Indonesia misalnya ada kata baku dan kalau ada kata imbuhan pasti beda arti. Sedangkan Bahasa Isyarat memang tidak ada bahasa tulisnya, sehingga Bahasa Isyarat tidak mengenal imbuhan, kecual SIBI yang ada imbuhannya, tetapi beberapa Tuli mempercayai itu sebagai ‘signed language’ bukan ‘sign language’. Bahasa Isyarat punya sistem morphology atau morphem sendiri. Kalau misal tertarik aspek-aspek linguistik Bahasa Isyarat bisa baca Trevor Johnston ‘Australian Sign Language (AUSLAN): An Introduction to Sign Language Linguistics’. Memang yang dibahas Auslan tetapi aspek-aspek linguistik yang dibahas sangat relevan dengan bahasa isyarat yang lain. I personally termehek-mehek when I read this book. Morphology tentang bahasa isyarat memang belum banyak yang membahas, tetapi sangat bisa dibahas karena misalnya kalau dibandingkan dengan morpheme bahasa tulis, bahasa isyarat juga punya morpheme dengan gayanya sendiri. Karena antara satu gerakan dengan gerakan lainnya kalau beda bisa salah makna.

Dan berbahasa isyarat gak bisa asal gerak. 

Jadi aku kadang suka aneh kalau ada orang tahu aku bisa Bahasa Isyarat, lalu mereka menggerak-gerakkan tangannya dengan aneh sperti wayang. What are you guys doing? Bahasa Isyarat itu punya struktur sintaks dan punya variasi kosa isyarat yang tidak main-main. Ada banyak jurnal dan artikel yang membahas tentang ketulian dan bahasa isyarat. Perumpamaannya kalau di bahasa orang dengar, mereka seakan-akan seperti mumbling atau baby talk.

Kedua, aku sudah bisa bahasa isyarat, tetapi mungkin hanya level low intermediate. Aku masih harus banyak belajar. Namun sayangnya karena tidak ada kamus, dan aku harus tanya langsung dengan Tuli, agak sulit bagiku untuk belajar dan tetap mempertahankan kefasihanku dalam berbahasa isyarat. Aku pernah coba latihan berbahasa isyarat dengan temanku sesama orang dengar yang dia juga cukup fasih berbahasa isyarat melalui video call, dan itu aneh. Kami sangat tidak natural, karena kami sama-sama bukan penutur asli bahasa isyarat.

Hal yang sulit adalah, aku sadar bahwa Bahasa Isyarat Indonesia banyak berubah. Jadi misalnya, aku sudah terbiasa mengucapkan ‘Assalammualaikum’ dengan gerakan tertentu, eh sekarang ganti lagi dan lebih panjang pula. Karena mereka langsung mengambil dari Bahasa Isyarat Arab. Jadi lebih kompleks dan struktur sintaksnya dalam satu kata ‘Assalammualaikum’ lebih nganu. Dan aku belum hafal sampai sekarang, karena aku terbiasa dengan isyarat lama. Aku dulu juga cukup fasih mengisyaratkan lagu Indonesia raya, tetapi hampir 50% isyarat Indonesia Raya berubah. Jadi, ya bye. Aku nggak ngerti.

Bahasa Isyarat Indonesia memang masih dalam continuum, dan menurutku masih akan terus berubah-berubah sampai mereka mem-fix-kan kamus bahasa isyarat. Kenapa?

Aku akan membuat sebuah perumpamaan. Jadi gini, tau nggak sih, Bahasa Inggris yang sekarang tuh beda banget sama yang dulu. Misalnya zaman Old English (450-1150) dan Middle English (1150-1450).

Contoh kalimat:

(The opening of the Gospel of John)

Late West Saxon (ca. 1000)

on frymðe wæs word and þæt word wæs mid gode and god wæs þæt word. þæt wæs on fruman mid gode ealle þing wæron geworhte ðurh hyne and nan þing næs geworhte butan him.

Wycliffe Bible (ca. 1390)

In þe bygynnyng was þe word and þe word was at god and god was þe word. this was in þi bigynnynge at god. alle þingis weren maad bi him. and wiþouten him was maad noþing.

William Tyndale (1526)

In the beynnynge was that worde, and that worde was with god: and god was thatt word. The same was in the begynnynge wyth god. All thynges were made by it, and without it, was made noo thinge, that made was.

The King James Bible 1611)

In the beginning was the Word, & the Word was with God, and the Word was God. The same was in the beginning with God. All things were by him, and without him was not any thing made that was made.

Nah kan, baru dari zaman Early Modern English (1450-1800) dan Modern English (1800-sekarang), Bahasa Inggris baru mulai ada konsistensi dari kata dan tata bahasa sampai sekarang. Tetapi kok dulu bisa beda banget, kenapa gitu? Karena ketika masa Early Modern English, mereka sudah menemukan bahasa tulis. Mereka mulai banyak menulis karya sastra, membuat kamus, dan intinya membuat standar bahasa dari tulisan. Dan teorinya kalau bahasa sudah ditulis, maka bahasa akan lebih konsisten, karena kita tinggal mengacu ke tulisan tersebut.

Jadi menurutku, jika Bahasa Isyarat ‘tidak ditulis’ atau dibuat kamusnya, maka akan terus mengalami perubahan entah sampai kapan. Bahasa Isyarat memang bukan bahasa tulis, tetapi aku pikir akan lebih mudah bagi pembelajar bahasa isyarat jika ada platform digital berupa kumpulan kosa isyarat dan sistem sintaksnya. I don’t know, it is just my two cents 🙂

10 thoughts on “Bahasa Isyarat sebagai Bahasa Kedua: Kenapa Bahasa Isyarat Sulit dipelajari Bagi Orang Dengar?

  1. nah ini mbak, kita bisa belajar lewat yutub, tapi ternyata ada juga banyak versinya. pernah iseng belajar, tapi karena ga berlingkungan dengan orang tuli jadi ga kepake dan lupa pada akhirnya.

    bener juga sih, misal ada kamus bahasa isyaratnya gitu, belajarnya jadi lebih terpaku.

    Liked by 2 people

    • Betul ngets! Di lingkungan kita ga ada orang Tuli buat kita minta ajarin.

      Bisa sih kita belajar di yutub misal lewat cover songs in sign language, tapi banyak banget variasinya dan aku suka bingung. soalnya kan mereka ga artiin lagu ke isyarat per kata gitu, tapi per makna.

      anw makasi sudah baca dan komen! 🙂

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s