Second year! (and how I study in Monash)

Halo! Di sini sudah pukul 11 malam, tapi aku memutuskan untuk ngeblog dulu, karena besok aku bisa bangun agak siangan. Bukan karena apa, tapi di Melbourne subuhnya memang baru pukul 6 pagi dan matahari terbit pukul 7.30. Sedangkan maghrib pukul 17.20-an. Di sini memang sedang musim dingin. Jadi, kalau kamu puasa sekarang, itu cuman kurang dari 12 jam. Enak, kan?

Besok hari pertama kuliah di tahun keduaku dimulai. Ini klise, tapi aku ingin berkata,Β setahun kayak cepet ya. Kemarin rasanya baru saja orientasi (dan berjanji akan posting banyak hal tentang kuliah di sini tapi kurang tercapai), tetapi sekarang sudah tahun kedua. Semester ini aku ambil mata kuliah Second Language Acquisition dan World Englishes.

Aku pengen cerita sekaligus menjabarkan bagaimana persiapanku menghadapi minggu pertama, belajarnya seperti apa, dan bagaimana sistem pendidikan atau akses di Monash University. Gara-garanya, kemarin banyak teman yang bilang instagram story-ku isinya jalan-jalan mulu. Padahal, bukan berarti aku ngga belajar gaes, tapi masa iya aku upload tiap kali aku lagi belajar, kan ngga enak. Tapi ternyata upload stories jalan-jalan juga salah ya, haha! Oke, akan aku kurangi upload stories ya gaes.


Hari jumat lalu, aku baru datang ke sini dari Indonesia, jadi aku belum mengecek jadwal kuliah sama sekali. Hari ini aku baru cek jadwal kuliah dengan cara pergi ke halaman my.monash.edu.au yang hanya bisa diakses oleh mahasiswa Monash menggunakan email monash dan password yang sudah diatur di awal. Sebenarnya selain jadwal, kami bisa mengakses berbagai macam hal dari perpustakaan sampai jadwal shuttle bus. Monash university punya berbagai cabang di Clayton, Caulfield, Parkville, dan Peninsula. Aku sekolah di Clayton, kalau ingin ke Monash Caulfield bisa pakai shuttle bus gratis.

Screenshot 2018-07-22 13.15.12

Ini jadwal kuliahku, lengkap dengan nama dosen dan tempat kuliah di mananya. Aku pernah lo nyasar di kampus. Semester lalu aku pernah terlambat 30 menit gara-gara cari-cari kelas. Lalu akhirnya download aplikasi ‘Lost in Campus’, karena orang-orang yang aku tanya ga ‘ngeuh’ juga kelas tersebut lokasinya dimana. Jadi, besok aku ga bakal berangkat dadak-dadak, karena aku gamau telat! :p

screenshot-2018-07-22-13-15-07-e1532266234469.png


 

Setelah tahu jadwal kuliah besok, maka saatnya mengecek unit guide. Unit guide itu semacam silabus, yang isinya lengkap sekali, seperti yang kalian lihat di bawah ini.

Screenshot 2018-07-22 13.16.18Screenshot 2018-07-22 13.16.25

Ketika membaca unit guide, tentu aku akan fokus pada tugas mata kuliah tersebut untuk mencatat kapan saja deadline, because I’m not a last minute person. Beberapa teman memang merasa lebih kreatif jika sudah mendekati deadline, sedangkan tidak denganku, karena malah deg-degan dan tidak bisa berfikir dengan baik.

Jika dilihat dari assessment summary tersebut, mata kuliah ini cukup menantang karena ada weekly reading quizzes dan juga penelitian.

Screenshot 2018-07-22 13.17.06

Dalam unit guide, yang paling aku suka adalah semua penjelasan tentang bagaimana mengerjakan tugas ini, berapa kata yang harus diketik, dan indikator penilaiannya sudah ada. Jadi, kita sudah bisa siap-siap dari minggu pertama apa saja tugasnya yang harus dikerjakan dan kapan harus dikumpul. Ohya, selama dua semester, aku tidak pernah mencetak tugas karena semuanya dikumpulkan online. πŸ™‚

 

Screenshot 2018-07-22 13.37.16


 

Setelah membaca unit guide, aku persiapan untuk kelas minggu pertama, yang itu dengan cara mengecek apa tugasnya dan apa bacaan yang harus dibaca. Untuk minggu pertama, dosen hanya meminta kami membaca bab pertama ‘Understanding Second Language Acquisition’ punya Ortega. Reading lists juga bisa langsung kami akses. Kalau bukunya di klik, ada pilihan baca online atau offline. Kalau offline, kami bisa pinjam di perpus, tapi itu pun kalau tersedia, sedangkan kalau online semuanya tentu bisa akses.

Biasanya satu mata kuliah ada dua bacaan wajib dan ada juga bacaan pilihan. Biasanya yang bacaan pilihan aku baca sekilas.

Screenshot 2018-07-22 13.38.49

Screenshot 2018-07-22 13.39.11

 

Nah, contoh penampakannya seperti ini. Kami bisa baca online atau download. Namun, unduhannya tidak berupa pdf dan untuk mengaksesnya harus download Adobe digital edition. Itupun tidak bisa selamanya, ada rentang waktu sampai ‘tanggal kadaluarsa’. Kalau misalnya sudah kadaluarsa bisa tetap download lagi.

Screenshot 2018-07-22 16.04.09

Kalau buku, biasanya aku beli di Ebay dari UK, karena jauh lebih murah kalau beli di Ebay daripada di Monash bookstore. Misalnya tahun lalu, aku beli buku ‘For the Love of Language’ yang ditulis oleh dosen Monash, Kate Burridge. Di Ebay, aku dapat harga sekitar 90$AUD, sedangkan di Monash bookstore sekitar 100$AUD. Rentang 10$AUD untuk cukup lumayan, bisa untuk beli makan (maklum anak kos).

Textbooks di sini memang mahal-mahal, untungnya dari LPDP (my scholarship) ada tunjangan buku yang diberikan setiap satu tahun sekali. Terimakasih LPDP!

*numpang sponsor


 

Nah itu tadi ceritanya gimana belajarku dan memulai minggu pertama perkuliahan tahun kedua. Dan aku pengen tanya kalian. Is it okay if I post my ‘jalan-jalan‘ trips in instagram stories? Or would I rather post my studying things? Or should I balance everything? Tapi aku juga ngga terlalu suka sih kalau lagi belajar terus ditunjukin banget.

So, see you in the next post guys! Mau diceritain apa lagi? Tulis di kolom komentar yak!

 

Cheers,

Gadis, yang udah nggak alergi dingin.

30 thoughts on “Second year! (and how I study in Monash)

  1. Mantap!
    Slmat berkuliah lagi, Mbak Gadis. Senangnya bs berkuliah di Monash University ya. Maaf, brp thn ni S2-nya slsai?

    Klau sy mah skrg msuk krja lagi pasca lbur pnjang, tetap stia bkrja di skolah. Skrg thn pljran baru 2018/2019 dg kurikulum bru juga.

    Oya, sesekali gpp aj klau pas lagi d klas dibagi fotonya. Biar yg pnasaran bisa tahu; gak kepo lg. Tp utk IG sy udah undur diri, jd gak bs lihat jg. Cerita2 di blog sja. He he he …

    Sukses ya kuliahnya.

    Liked by 1 person

  2. Ganbatte sista 😊 kalo kubaca fasilitas pendidikan disana lumayan ya ada web personal informasi, ada aplikasi lost in campus, rekomendasi textbook. Intinya langsung cus belajar giat, tugas tepat waktu, ujian sukses.

    Liked by 1 person

  3. Enak ya tugasnya nggak usah diprin, nggak bnyak kertas yang kebuang. Aku selama kuliah dulu juga nggak bisa pakai sistem sks, suka nggak bisa mikir haha. Jadi pengen s2 nih.
    Semangat tahun kedua ya Gadis πŸ’•

    Oh ya banyakin tulisan mengenai skolah dong, jalan2 juga sih biar seimbang 😊

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s