Going to Wilsons Promontory National Park

Aku belum pernah mendaki di Indonesia, dan aku ingin sekali mendaki karena banyak yang bilang bahwa pendakian itu sangat menyenangkan. Lalu, siapa sangka bahwa pengalaman pendakianku pertama berlangsung di negeri rantau, Australia.

Aku dan grup arisan -iya aku punya kelompok arisan di sini- memutuskan untuk mengadakan arisan bulan Februari di Wilsons Promontory National Park karena mumpung masih liburan. Kalau sudah waktunya kuliah tentu kami pasti akan fokus mengerjakan esai, sehingga akan sulit untuk sekedar berkumpul bersama-sama. Lalu, di sana ada banyak pantai yang bisa dinikmati dan gunung yang didaki. Kami memutuskan untuk membuat tenda di sana dan mendaki pagi-pagi.

Pada hari pertama, 3 Februari kemarin, kami singgah ke Norman lookout dan Pantai Squeaky.

Squeaky artinya mencicit. Pasir pantai di sana memang kalau diinjak ada suara mencicit.

Setelah dari situ, kami membuat tenda di Wilson dan makan siang bersama. Ada wallaby yang muncul ditengah-tengah kesibukan kami memasang tenda. Ternyata memang di sana wallaby berkeliaran dan sudah dipasang peringatan bahwa dilarang memburu binatang apapun. Makanya ketika mendaki makanan harus ditaruh di mobil, bukan di tenda karena penciuman mereka tajam. Kalau menaruh makanan di tenda bisa mereka merobek tendanya.

Setalah sholat, makan, dan urusan tenda selesai. Kami pergi ke Pantai Norman untuk mengejar matahari terbenam. Sambil menunggu terbenam, kami main uno di sana.

Keesokan harinya, perjalanan pendakian pun dimulai. Kami mendaki ke Gunung Oberon. Hanya satu jam perjalanan, tetapi sebenarnya perutku rasanya tidak terlalu enak. Biasanya, aku buang air besar setiap pagi, tetapi entah kenapa pagi itu perutku tidak ada kontraksi πŸ€¦πŸ»β€β™€οΈ Jadi, rasanya ada yang mengganjal di perut.

Jalanan menuju ke sana bebatuan dan 1 jam yang biasanya aku cukup terbiasa jalan-jalan di mall berjam-jam, pada hari itu cukup berat karena jalanan menanjak (dan aku belum BAB). Namun, salah satu teman kami yang sudah pernah ke sana bak menjadi tour guide. Dia selalu menyemangati.

“Yuk, yuk sudah dekat.”

Lalu katanya, “Sudah dekat dari yang tadi,” sambil nyengir.

Setelah perjalanan yang menghabiskan cukup banyak keringat, akhirnya sampai juga di gunung batu itu. Dan pemandangan dari gunung tersebut breathtaking!

That’s a wrap! See you on my next trip! πŸ™‚

8 thoughts on “Going to Wilsons Promontory National Park

  1. “Ayoo, sebentar lagii.” Padahal mah masih lumayan jauh. πŸ˜…

    MasyaAllah keren mbak pemandangannya. 😍😍😍
    Jalan menuju puncaknya cukup lebar ya mbak kelihatannya, tapi bisa dilewati kendaraan ga itu? Atau jalan kaki satu-satunya cara.

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s