Grand Concert for Disability Awareness #GCFDA

Meskipun aku tidak mau ini menjadi yang terakhir, sepertinya ini akan menjadi kepanitiaan terakhir yang aku ikuti selama aku menjadi mahasiswa S1 di Universitas Brawijaya. Kalau diingat-ingat jadi baper (terbawa perasaan). Apalagi, walau aku koordinator divisi DDM (Dekorasi Dokumentasi dan Multimedia) aku harus meninggalkan acara ketika sedang berlangsung, karena beberapa hari lalu aku sempat pendarahan dan harus banyak istirahat. Sebenarnya aku kuat, but Dad and Mom insist that I had to home earlier.

Flashback yuk! 🙂


Persiapan kami, panitia FORMAPI (Forum Mahasiswa Peduli Inklusi), dalam menyiapkan konser sebenarnya kurang dari sebulan XD. Bagaimana tidak? Panitia fix terbentuk kurang dari satu bulan. Namun, setelah itu kami langsung bekerja keras menata isi acara dan ini itu.

Awalnya, koordinator DDM bukan aku, tetapi T, mahasiswa tuli angkatan 2014. Panitia DDM totalnya ada 5 termasuk aku. Semuanya tuli kecuali aku. Rata-rata kepanitian memang didominasi mahasiswa tuli. Perlengkapan pun juga begitu, 1 mahasiswa hearing dan 3 lainnya tuli. Divisi acara awalnya ada 5 anggota, 2 hearing dan 3 tuli. Ketua pelaksana Anisa, teman seperjuangan di Brawijaya Mengajar dulu. Bendaharanya mahasiswa tuli angkatan 2013 dan sekertarisnya mahsiswa cerebral palsy, dan lain sebagainya. Keren kan kepanitiaan-ku! :))

Namun, seperti halnya hidup yang ada susah dan sedihnya dan seiring berjalannya dengan waktu, kepanitiaan kami mbrodol. Lama-lama ada yang lepas. Di divisi DDM tinggal aku berdua dengan T. Aku pun menjadi koordinator karena T kurang tegas dan acara konsernya bisa kacau kalau panitia ngga kerja cepet. Sebenarnya F masuk kepanitiaanku, tapi dia keluar dengan alasan tugas kuliah dan sebagainya. Sebenarnya kalau alasan tugas kuliah, semua panitia juga mahasiswa yang sedang kuliah kan, jadi semua punya tugas. Tinggal kita bagaimana mengatur waktu. Dan tanggungjawab ga bisa ditinggal seenak udel.

Aku juga gitu. Di pertengahan jalan sebenarnya aku merasa nyesel karena ikut kepanitiaan ini karena tanggungjawab berat. Menjadi panitia inti, karena teman-teman yang difabel juga butuh banyak arahan dan koordinasi. Aku juga orangnya perfeksionis. Namun aku tidak mungkin keluar, kalau bukan aku siapa lagi yang pegang divisi ini.

Being perfectionist is like a blessed and cursed, in the same way. It is a blessed because you pay attention in every detail and every thing has to be right. It is cursed, because if the thing does not work in right way, you can be stress out. But now, I feel it is a blessed, although sometimes I’m overwhelmed. XD

Mendekati hari H, lama-lama aku hampir kerja sendirian, karena T ikut runaway fashion show dan dia harus latihan ini itu. Untung tetep ada F yang bantu di balik layar, heheh. Thanks to Abang yang nyebelin.

(FILEminimizer) IMG_5568_

Fotonya ngga usah gede-gede. Hahahaha

Nah acara #GCFDA terbagi menjadi dua sesi, yaitu talkshow dan konser. Yang talkshow peserta agak sedikit, tetapi ketika konser lambat laun peserta berdatangan. *Bangga dengan diri sendiri karena promo acara lewat media sosial berhasil. Kami ngga nyebar poster karena tidak ada waktu dan kekurangan tenaga untuk nyebar posternya, alhasil cuman promo lewat media sosial dan itupun H-3. Gilak, gilak, gilak, acara ini gilaaaaak XD

Kalau ketik #GCFDA di gugel, penampakannya akan seperti ini:

www.google.com_2016-01-01_21-20-47

Anyway, acara dimulai pukul 1 dan diawali dengan paduan suara bahasa isyarat dari Akar Tuli kolaborasi dengan mahasiswa FIA. Diikuti pembacaan puisi oleh Rara, sekertaris yang aku maksud tadi, dengan Aini, koordinator strong divisi perlengkapan.

(FILEminimizer) (FILEminimizer) IMG_7274_(FILEminimizer) (FILEminimizer) IMG_7289_

Selanjutnya, dilanjutkan oleh sambutan-sambutan ketua pelaksana, ketua umum FORMAPI, dan ketua PSLD (Pusat Studi dan Layanan Disabilitas) UB.

 

 

Sementara itu di belakang panggung, temanteman fashion show sedang mempersiapkan diri. Begitu pula teman-teman divisi konsumsi yang lagi ribet urusin konsumsi untuk tamu kehormatan.

Aku sendiri super sibuk karena panitia divisiku yang lain belum datang -_- Bahu kanan kiri ada kamera, sednagkan tangan pegang HT dan rundown. Aku paling suka kalau kebagian pegang HT, hahahaha. Panitia ala-ala satpam gitu.

(FILEminimizer) (FILEminimizer) IMG_7447_

Nah, lanjut. Ketika konser, yang dimulai pukul 18.00, acara dimulai dari penampilan GERKATIN (Gerakan Kaum Tuli Indonesia). Mereka padahal tuli loh, tapi bisa main musik. Hebat!

Setelah GERKATIN, ada penampilan Yohana X-Factor. Dia satu jurusan dengan aku loh ><

Panitia juga ngga lupa untuk foto-foto 😀

(FILEminimizer) (FILEminimizer) IMG_7576_

with ketua pelaksana 🙂 walaupun kulu-kulu tetep bahagia!

(FILEminimizer) (FILEminimizer) IMG_7592

Mas Arif, walaupun tuna daksa, dia penari hiphop yang kece banget dah!

(FILEminimizer) (FILEminimizer) IMG_7559_

dari kiri ke kanan: Bastian, Anisya, Me, Mita, Lala, Dina

(FILEminimizer) (FILEminimizer) IMG_7590

Nah, sesudah itu, waktu menunjukkan pukul 8 malam dan dengan berat hati aku harus pulang karena dianggap masih sakit. Rasanya patah hatiiii pakai banget, padahal itu kepanitiaan terakhirku, tetapi orang tua juga tetep ngga mau mengerti. Yasudahlah toh aku bisa apa. :’) Untungnya cara tetep berjalan dengan lancar.

Keesokan harinya aku tetap ke rumah sakit walau sudah tidak pendaharan. Bahkan waktu ke rumah sakit, aku tetap memakai kaos kepanitiaan sangking patah hatinya aku harus meninggalkan mereka. Ayah dan ibu tetap memaksa harus pergi ke dokter spesialis. Aku jadi agak-agak menyesal kenapa dulu waktu sakit harus bilang-bilang.

Karena aku paling tidak suka ketika aku harus menghadapi ketidakberdayaan. Dan aku dilarang ini-itu.

Dan sampai sekarang aku belum bisa move on dari #GCFDA. Thanks for having me! :’) CO yang penyakiten dan ngga bisa menemani sampai akhir. Rasanya bahagia bisa bekerja dengan orang-orang seperti kalian. Semoga kedepannya kita bisa punya acara seperti itu lagi! ❤

(FILEminimizer) IMG_5623_

29 thoughts on “Grand Concert for Disability Awareness #GCFDA

  1. Wah kamu aktif sekali dis jadi mahasiswanya. Banyak pengalaman dan banyak teman. Aku dulu nyesel kenapa waktu kuliah kerjaannya cuma belajar dan maen2 doang. Nggak ikut ini itu atau kegiatan apapun.

    Emang kamu sakit apa dis? Perlakuan ortumu mirip sama ortuku. Padahal akunya udah baikkan eh tetep aja ke dokter. Kasih sayang yang berlebihan kadang terasa menyakitkan. Sedikit sakit.

    Liked by 1 person

    • soalnya aku gabisa diem >< hahahaha. aku orangnya galauan pula, kalau gabut itu bikin galau, jadi pas mahasiswa sengaja tak penuh-penuhin aktifitasku :3

      yah sekarang aja mas, huehe. ikut kegiatan apaaa gitu. ga harus pas jadi mahasiswa kok :))

      beneeer. ga ada yang percaya kalau udah bai-baik aja. aku tau mereka khawatir, tapi terlalu khawatirnya kadang nyebelin. yaweslah mas, kita cuman bisa bersyukur, mumpung mereka masih bisa bernafas :))

      kamu semangatooooo (y)

      Like

  2. Keren banget sih dirimu Mbak… lha saya dulu waktu kuliah kayaknya cuma kuliah-pulang-kuliah-pulang, boro-boro ikut kepanitiaan ini itu, pantas dulu saya tak punya teman :huhu pundung di pojokan. Acaranya mantap banget ya. Dari persiapan, terus eksekusi, apalagi panitianya juga teman-teman difabel, wah keren banget ternyata keterbatasan tidak menghalagi, tapi hanya menjadi pembeda. Salut deh dengan kalian semua. Inspiratif banget :)).

    Liked by 1 person

    • wkwkwkwk mungkin pas itu banyak tugas kuliah mungkin (?)

      iyaaa. sempat sebeel banget dan marah-marah ke T, kan aku juga pengen dingertiin oleh mereka hoho. tapi ujung-ujungnya kita yang harus lebih sabaaaar dan mengerti.

      terimakasih! :DD hueheheheh

      Liked by 1 person

      • Alhamdulillah-nya, ane tuh entah kenapa ya, terkadang kalau udah bisa ngerasa gak bakal sesuai dg hasrat awal jatuhnya malah sebodo teuing. Jadinya malah pengen ninggalin begitu aja. Repotnya ya kalau itu sesuatu yg gak boleh ditinggalkan begitu aja..

        Ente perfeksionis sempurna? Berarti jodoh yg tepat buat ente adalah orang yg cuek tuh, haha..

        Like

      • aku ga pahaaaam >< cowok mesti gini kalau cerita, ga langsung cerita secara gamblang tapi mbulet XD apa maksudnya?

        lah tapi aku orangnya juga cuek lo hahah :p
        kok ngomong joodoh siiih

        Liked by 1 person

      • Haha, susah dimengerti ya bahasa ane..

        Jadi gini, awalnya ane mau melakukan sesuatu dengan perencanaan yang hasilnya A. Tapi setelah menjalani sebagian (belum tuntas), ane bisa merasakan kayaknya gak bakal bisa A, bisanya B atau C. Kalau sudah begitu akhirnya ane “terkadang” malah gak jadi melanjutkan sesuatu itu hingga tuntas.

        Nah, masalahnya seringnya hal tersebut tetap harus kita lakukan meski tidak sesuai dengan rencana awal.

        Udah paham belum? Hehe..

        Liked by 1 person

      • Kok jodoh ya?? Wkwk..

        Soalnya ketika ngomongin perfeksionis ane teringat dengan buku yg membahas tentang 4 kepribadian manusia (plagmatis, sanguinis, koleris, melankolis). Nah, di bab awal dikisahkan bahwa berdasarkan penelitian di Amerika, sebagian besar pasangan memiliki sifat yang bertolak belakang. Karena sunnatullah-nya perbedaan sifat itu bukan untuk berseteru, tapi untuk saling melengkapi. 🙂

        Liked by 1 person

      • Harus tes dulu, hehe..

        Sebenarnya setiap orang punya keempat kepribadian itu, cuma biasanya ada dua sifat yg dominan.. Kalau ane waktu pertama kalu tes itu hasilnya sanguinis dan plagmatis.. Tapi bbrp waktu berikutnya baru ngeh kalau ane jg punya sifat melankolis (mudah terharu dan perfeksionis), cuma emang lebih dominan sanguinis dan plagmatisnya sih..

        Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s