Bedanya Cowok dan Cewek Kalau Curhat

sumber

Teman-teman semua tau curhat kan? Ituloh, curahatan hati. Ketika seseorang mempunyai masalah lalu mencurahkan perasaan dia itu ke orang lain. Curhat itu sendiri adalah proses katarsis. Kalau kata Kamus Besar Bahasa Indonesia, cara pengobatan orang yang berpenyakit saraf dengan membiarkannya menuangkan segala isi hatinya dng bebas; kelegaan emosional setelah mengalami ketegangan dan pertikaian batin akibat suatu lakuan dramatis. Intinya satu: mencurahkan isi hati dan bercerita.

Semua orang pasti pernah melakukan katarsis dengan cara curhat. Ya kan, ya kan? Nggak salah kok curhat itu. Bahkan itu bagus karena bisa mengurangi stress dan kita sebagai manusia yang makhluk sosial itu otomatis membutuhkan orang lain. Selain itu, kita dikatakan lebih kreatif memecahkan masalah orang lain daripada masalah sendiri. See, curhat is needed. :mrgreen:

Yang menarik adalah ketika cowok dan cewek itu curhat, mereka melakukannya dengan cara yang berbeda.

Cowok kalau curhat itu singkat-singkat, tidak jelas, tidak detail, dan kalau tidak penting buanget tidak akan curhat. Hahaha. Aku nggak tau kenapa mereka serba misterius kalau masalah hati. Contoh, teman dekatku kemarin baru putus, terus dia curhat.

“Aku putus. Hahaha.”

“Kapan? Aku kudu ngucapno selamat atau belasungkawa?”

Aku jawab gitu karena sebenarnya dia udah lama pengen putus dari pacarnya. Udah tau ga bisa LDR-an, tetep aja nyari pacar yang jarak jauh. Kalau misalnya dia cewek pasti dia cerita panjang lebar mulai dari siapa yang mutusin duluan, sebabnya apa, reaksi si cowok gimana dan lain sebagainya tanpa aku harus tanya-tanya dulu.

See, that’s what happen with boys. Aku jarang seriusin temen cowokku yang curhat, keculi kalau nada-nada chat mereka baper (terbawa perasaan) baru aku seriusin.

Setelah dia cerita putus, udah gitu aja ga jelas banget padahal aku penasaran detailnya gimana. Pasti seru, karena pacar dia FTV banget. Aku pernah ketemuan sama teman cowokku itu, eh dia bawa-bawa pacar. Alhasil pacarnya cemburu berat lalu nangis meninggalkan kami berdua. *tepok jidat. Padahal itu di tempat umum.

Tangkapan layar 2015-08-07 10.39.35

kalau dia curhat sama aku, balesanku panjang-panjang gitu dia singkat-singkat.

Beda lagi kalau sama temen yang cewek.

Heboh!

Screenshot_2014-12-04-22-18-20

Screenshot_2014-12-04-22-18-26

Aku sukanya kalau dengerin temen cewek yang curhat mereka itu curhatnya detail, jadi bisa ngebayangin situasinya gimana dan bisa kasih solusi yang pas. Capturan di atas itu potongan curhatan temanku yang cerita tentang mantannya dan temannya yang suka mantan dia tapi juga sewot ke dia. And guess what, thhere’s more! Dia cerita detail banget, lengkap, bahkan kadang tanggal dan bulannya pun hafal. Cewek kalau hal beginian emang hafal banget, tetapi kalau misalnya perkara kuncir rambut atau jepitan pasti sering hilang karena lupa naruh. Percaya deh.

Namun, gemesnya kalau temen cewek-cewek itu curhat dan lagi on fire banget, seketika jempol-jempol mereka menjadi jempol-jempol super. Kalau habis ngetik panjang, giliran aku yang njawab belum selesai njawab dia udah ngetik lagi. Kan otomatis aku harus ganti jawaban, ngehapus lagi, ngetik lagi, dan seterusnya.

Begitulah bedanya cewek dan cowok kalau curhat berdasarkan pengalamanku. Meskipun kadang mereka nggemesin dengan cara mereka masing-masing, tetep aja seru berbagi pengalaman dengan mereka dan betah banget nemenin mereka ber-katarsis ria sampai malem-malem. Seneng juga jadi orang yang mereka percaya untuk dicurhatin.

Nah kalau kalian tipe-tipe suka curhat yang gimana? Sok misterius dan pelit detail atau yang heboh banget? πŸ˜€

61 thoughts on “Bedanya Cowok dan Cewek Kalau Curhat

  1. mbak aku pengen curhaaat….

    “aku tadi dejavu pas ngebaca about menyaah, ternyata pernah kesini” πŸ˜€ πŸ˜€

    udah, itu aja mbak. Singkat, padat, jelas dan tepat sasaran.

    Cuma curhat cowo sama cowo baru panjang deh ceritanya mbak, bisa sambil nyeruput kopi ampe subuh loh. πŸ˜€ πŸ˜€

    Liked by 1 person

      • Iya bisa mbak Gadis, aku buktinya. *Bukti Hidup πŸ˜€

        Dan memang seperti yang mbak Gadis bilang, memang mereka dipuercaya buanget dan memang sudah uakrab juega. πŸ˜€

        Liked by 1 person

      • Wah jadi ngerumpi cewe cowo nih..hihi

        Aku pribadi gak sih, lebih ke “kecantikan” cewe itu, rasanya laki2 semua sama saja πŸ˜€

        Cuma pas nyari “isteri” tuh, entah kenapa disaranin cari yang dibawah umur (OMG, dibawah umur kita laki2 maksudnya atau lebih kecil dari laki2 tersebut), coz ibu bilang kalau cewe itu cepat terlihat tua, makanya cari yang dibawah laki2 tersebut umurnya. *Cowo awet muda *it’s just my mom opinion. πŸ™‚

        Like

      • ishh to be honest, nyebelin banget sih cowok yang ngeliat cewek dari cantiknya doang :v

        wkwkwk not always.
        pacarku lebih muda dari aku, tapi beberapa orang ngira dia masku krn tampangnya rada boros :3 dan dia pawakannya gede, aku jauh lebih kecil

        Liked by 1 person

      • Hehe, maaf mbak, lagian kan dalam hadis juga ada perintah untuk melihat kepada kecantikan perempuan, supaya nanti setelah menikah, tidak lirik cewe sini sana lagi.

        Beda lagi kalau cerita poligami, bolehlah lirik sana sini yah? πŸ˜€

        Begitukah, mungkin sekarang mbak, nanti 10-20 tahun lagi? πŸ˜€ laki2 punya masa puber kedua lo di umur 40, dimana dia sangat2 membutuhkan istrinya. *agar tidak nikah lagi πŸ˜€

        Like

      • itu hadist apaaa-,- aku ga perna denger sih

        ohh kalau itu aku ngeliat ortuku sih, dad always needs mom dr dulu sampe sekarang begitu juga sebaliknya, walaupun marahan nanti juga balik lagi. jadi ga masalah lah hoho

        Liked by 1 person

      • Coba cari deh tentang hadist anjuran menikah dan syarat-syarat wanitanya..

        Alhamdulillah, itu kan cuma teori doang Mbak Gadis, kadang teori tidak terpakai pas di lapangan (kenyataannya)…

        Like

  2. Wah, ane senang curhat.. Tapi cuma ke orang-orang tertentu dan kasus tertentu sih, hehe..

    Tapi asli, ane paling bingung kalau ada cewe yang curhat ke ane.. Karena cewe kan mainnya perasaan, kalau laki-laki logika, jadi takut salah respon..

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s