Ya Allah, Tolong.

Sebelumnya, saya meminta maaf jika postingan ini akan menyinggung beberapa pihak. So sit tight, take a deep breath, and here we go:

Alasan gw memilih sekolah katolik setelah lulus smp dulu karena gw ga mau sekolah di sekolah yayasan berbasis islam yg kebanyakan muridnya gak disiplin dan nakal! – A

Masyaallah, kenapa sesama muslim malah menghina agamanya sendiri. Kan tergantung yayasannya. Sekolah-sekolah katolik pun tidak menjamin 100% mendidik muridnya disiplin. Dan kalau sekolah di sekolah yang non muslim pun, apakah kebutuhan agama akan diberikan? Tentu saja tidak. saya setuju dengan G:

wahai saudaraku, bukan seperti itu kerukunan beragama dalam islam. itu nama pluralisme (menganggap semua agama sama). jangan lihat islam melalui pemeluknya (muslim), tapi lihatlah melalui ajaran syari’atnya. kalo pengen mahir matematika ya belajarnya sama guru matematika buka guru pelajaran yang lain, takutnya gak nyambung. pun juga dalam urusan agama. kalo pengen tahu islam tanya sama guru agama islam (ulama) yang faham  dalam agama islam. bilahi taufiq wal hidayah warridho wal inayah wassalamu’alaikum wr.wb.  🙂

Nyatanya sih emang begitu kan? Realistis aja wkwk. – AA

Mau main realistis-realistisan, lihat tuh peringkat-peringkat nilai UNAS banyak yang berjilbab. Yayasan islam tak menjamin, sekolah islam tak menjamin, namun tergantung individu. Walaupun begitu, janganlah menghina agama sendiri 😦


LGBT adalah sekelompok manusia yang otaknya nggak waras, sakit jiwa, atau penyakit yang harus diberantas”. Coba jelaskan darimana statement tersebut bisa muncul di benak kalian, jika kaum LGBT bisa bersosialisasi layaknya manusia straight pada umumnya, bisa menciptakan kebahagian versi mereka, dan ada yang punya prestasi yang bisa dikatakan OK banget, baik prestasi akademis maupun non akademis. Kalian pikir kaum LGBT kelakuannya kayak setan semua ? Excuse me, i guess you’re literally wrong. Banyak dari mereka yang amal baiknya justru banyak sekali, bahkan melebihi dari kalian yang sok ngehujat tanpa dipikir2 dulu. Ga ada ciptaan Tuhan yang sempurna guy – A

Memang kaum LGBT adalah sekelompok manusia yang otaknya nggak waras, sakit jiwa, atau penyakit yang harus diberantas, namun siapa pula menyebutkan statement tersebut? Ah itu hanya pendapat anda. 🙂

Prestasi dan akademis, semua orang bisa mencapai asal kerja keras.

Kalian pikir kaum LGBT kelakuannya kayak setan “semua”. Berarti ada yang kayak setan dong? 🙂

“Banyak dari mereka yang amal baiknya justru banyak sekali, bahkan melebihi dari kalian yang sok ngehujat tanpa dipikir2 dulu. Ga ada ciptaan Tuhan yang sempurna guy.” Siapa sih yang menghujat? Kok sensi amat. dan memang tak ada ciptaan Allah yang sempurna, namun bukan berarti kita tak berdaya melawan kebodohan.

Allah mencipatakan manusia dengan 2 jenis kelamin. Maaf ya 🙂 LGBT adalah sikap sosial, pilihan manusia itu sendiri, bukan ciptaan Tuhan. Tuhan hanya menciptakan manusia, adam dan hawa. Boleh kok tetap berteman dengan mereka, tetapi bedakanlah jika kamu melihat dr sisi agama. Umar r.a. juga bilang kalau di islam itu yang hitam adalah hitam, yang putih itu putih, tidak ada abu-abu. Kalau benar ya benar, dan kalau salah ya salah. Maaf ya jadi tolong dibedakan.

Iya kalo LGBT itu penyimpangan sosial, tapi kalo statementku ini lebih mengarah ke masalah toleransi dis. Kadang hal itu bikin aku geram, bahkan rasanya kudu ngamplengi sithok-sithok. Ya mau gimana lagi, udh beda pemahaman, ngatain LGBT itu “kaum penyakitan”, pake gak mikir logis dulu hehehe. – A

Siapa juga yang berkata seperti itu.

Toleransi atau pluralisme?

Tapi kamu menulis: buat ente yg mengaku beragama, seakan kamu tidak beragama 🙂


Kenapa tuhan menciptakan kaum LGBT yg ujung2nya dibenci ? Tuhan menciptakan manusia, lagi-lagi mau jadi LGBT itu pilihan mereka. Hati-hati. Dan al-quran itu sudah menjelaskan. Nanti kamu pelajari saja sendiri, bikin research aja sendiri mudharatnya apa 🙂

Niatnya ingin menasihati, karena dia salah satu teman terdekat. Kasihan kalau terjemus seperti itu terus, tetapi …

 Dung tek dung tek jes!

Kita masuk di zona kehidupan “munafik” . skrng jaman dimana iblis banyak menyamar jadi Tuhan . so hati” aja.  – VF

Munafik adalah orang yang berkata ‘iya’ di depan, lalu ‘tidak’ di belakang. Atau orang-orang yang perkataannya mencla-mencle. Jika dia menghina saya munafik, kayaknya salah istilah tuh XD. Uh serem iblis menyamar jadi Tuhan, men ..

LGBT itu pilihan ,jadi ya itu jalan mereka. kita ga perlu ngomentarin. suka ga suka,ya ga ush terlalu banyak berstatement tentang ini. biar mereka bisa memilih sendiri dan Tuhan itu maha melihat. – VF

Padahal dia sendiri berkomentar. Kemudian inti statement dia ini? Kosong. :))

haha temen gay/les saya banyaaaaaaakkk yang jauh lebih baik daripada mereka yg straight, yg sukanya judge, bahkan nyinyir tapi ga ada apa2nya 🙂 btw, disamping cerdas dan santun..they are good looking anyway – W

Allah tidak melihat seseorang dari tampang, namun dari ketaqwaannya.

Dari Abu Hurairah  ia berkata, Rasulullah  bersabda: “Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada rupa kalian dan harta kalian akan tetapi Dia melihat kepada hati-hati kalian dan perbuatan-perbutan kalian.” (HR. Muslim)

Susah emang debat sma org gak intellect, no matter how hard u try, they will always defending their statements with religion stuff which also only assumption and no more than discriminative and judgemental. If god thats full of mercy then who the hell do u think u are guys can judge people by their sex orientation. Do u guys, think God order is for sure to discriminate people who oppose his values, if that is true why then homosexuality is exist and not being killed by God? Please be smart, be Human being and be religious follower could be done hand in hand. God gave u a brain to help u rationalized ur thoughts not being judgmental smile emoticon. – B

Susah emang debat sama orang yang ga baca Quran dan hadist 🙂 (Yang nulis ini muslim anyway.)

no matter how hard u try, they will always defending their statements with religion stuff which also only assumption and no more than discriminative and judgemental” Memang ada Al-Quran dan Hadistnya.

 Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu anhuma berkata bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda. “Artinya : Allah tidak mau melihat kepada laki-laki yang menyetubuhi laki-laki atau menyetubuhi wanita pada duburnya” [HR Tirmidzi : 1166, Nasa’i : 1456 dan Ibnu Hibban : 1456 dalam Shahihnya. Keterangan : hadits ini mencakup pula wanita kepada wanita]

 “Dan (Kami juga Telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia Berkata kepada mereka: “Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelummu?”(80). “Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, kamu  adalah kaum yang melampaui batas”. (81). (QS al-‘Araf [7] 80).
Ayat ini menegur kaum nabi Luth yang melakukan tindakan yang sangat buruk yang perlu diluruskan yaitu melampiaskan nafsu syahwat kepada sesama jenis,  sehingga perbuatan tersebut disifati sebagai al-fahisyah. perbuatan mana tidak pernah dilakukan oleh umat-umat sebelumnya, karena perbuatan itu melanggar fitrah manusia dan tujuan penciptaannya, yaitu memiliki kecendrungan kepada lawan jenisnya untuk memelihara kesinambungan jenis manusia di dunia.
Dalam QS al-Syu’ara [26]166: disebutkan bahwa mereka telah meninggalkan wanita pasangannya yang secara naluriah seharusnya kepada merekalah laki-laki menyalurkan naluri seksualnya.
Kalau hubungan antara dua jenis selain dilandasi oleh kenikmatan jasmani juga kenikmatan rohani dan tanggung jawab memelihara keturunan sebagai hasil dari hubungan tersebut, Orang yang melakukan homoseksual hanya merasakan kenikmatan jasmani, lepas dari tanggung jawab sebagai akibat dari perbuatannya. Oleh sebab itu, potongan ayat berikutnya menyebutkan orang-orang yang melakukan homoseksual sebagai orang-orang yang melampaui batas, yaitu melampaui batas fitrah manusia, karena hubungan seks yang merupakan fitrah manusia hanyalah kepada lawan jenisnya.

If god thats full of mercy then who the hell do u think u are guys can judge people by their sex orientation.

Memang Allah SWT mengampuni, hanya jika memohon ampun dan bertaubat. Terus bukan berarti Allah SWT maha mengampuni lalu kita bisa seenak udel menaburkan diri dengan dosa XD. Jalan pikirmu menggelitik.

Do u guys, think God order is for sure to discriminate people who oppose his values, if that is true why then homosexuality is exist and not being killed by God? Please be smart.

Bukan untuk mendiskriminasi. Tadi kan aku bilang ke si A, berpendapat boleh, toleransi jelas boleh, tetapi bedakan dengan agama. Lah dia bawa-bawa agama. Mana aku terima agamaku dilecehkan seperti itu. Sudah cukup islam dibilang teroris, radikal, begini, begitu. Ini malah orang muslim sendiri yang seakan menutup mata dan hati tentang ayat-ayat Al-Quran. Dan Al-Quran itu kitab yang sudah disempernakan Allah, yang sebelumnya ada injil, taurat, dan zabur.

Kenapa homoseksual ada dan tidak dibunuh oleh Tuhan. Please be smart. Jangankan homo, kalau Tuhan ingin membunuh, koruptor, pencuri, penjahat semua di muka bumi pasti habis. Namun itulah hidup. Ada hitam dan putih, ada yin dan yang, dan sebagainya.

Sekali lagi homoseksual ada karena pilihan manusia itu sendiri, bukan Tuhan yang menciptakan. Please be smart.

Adanya Adam dan Hawa, bukan Adam dan Kartolo.

“God gave u a brain to help u rationalized ur thoughts not being judgmental.”

Bukan judmental. Kan saya hanya mengingatkan yang benar bagaimana yang di Quran dan hadist bagaimana.


Ayat 1 (Al-A’raaf, Ayat 80) Dan (Kami telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). Ingatlah takkala mereka berkata kepada mereka: “Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah (homoseksual) itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seseorang pun (di dunia ini sebelummu)?

Ayat 2 (Al-A’raaf, Ayat 81) Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas.

Ayat 3 (Huud, Ayat 78) Dan datanglah kepadanya kaumnya dengan bergegas-gegas. Dan sejak dahulu mereka selalu melakukan perbuatan-perbuatan yang keji (liwat, homoseksual). Luth berkata: “Hai kaumku, inilah puteri-puteriku, mereka lebih suci bagimu, maka bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu mencemarkan (nama)ku terhadap tamuku ini. Tidak adakah di antaramu seorang yang berakal?”

Ayat 4 (Asy Syu’araa’, Ayat 165 &166) Mengapa kamu mendatangi jenis lelaki di antara manusia dan kamu tinggalkan isteri-isteri yang dijadikan oleh Tuhanmu untukmu, bahkan kamu adalah orang-orang yang melampaui batas.” Ayat 5 (An Naml, Ayat 55) “Mengapa kamu mendatangi laki-laki untuk (memenuhi) nafsu (mu), bukan (mendatangi) wanita? Sebenarnya kamu adalah kaum yang tidak mengetahui (akibat perbuatanmu).”

maaf kakak yang beragama muslim itu contoh ayat yang ada di Kitab Suci Alquran..

namun saya tidak menemukan bahwa Allah Melarang dan melaknat LGBT yang dilarang adalah kegiatan seksualnya bukan ORIENTASI seksualnya,,

saya jawab disini ya kak, soalnya saya capek debat di fb, karena mau dijelaskan panjang lebar, kalau orang sudah di tutup mata hatinya ya sudah.

Pertama, saya bukan homofobia kak. Saya menolak perilaku homoseksual, bukan pelakunya.

saya itu niatnya cuman ngingetin temen, gapapa banget toleransi, namun jangan bawa-bawa agamalah. Nah dia bawa agama, ya saya tambahin :))

Nah, jawaban ada di:  QS Ar Ruum 30 ayat 21, QS Yasin 36 ayat 36 dan Adz-Dzaariyat 51 ayat 49. QS Al Qiyamah 75 ayat 39 QS Hud ayat 79 :QS Al-Balad 90 Ayat 10. QS. Asy Syams 91 ayat 8Dalam Al-Kahfi 18 ayat 29.

Silahkan mbak cek dan teliti lebih dalam. Ayat Quran memang butuh penafsiran lebih.

Makasih mbak. Mohon maaf sebesar-sebesarnya jika ada salah kata dan perbuatan. Sekali lagi saya mohon maaf. Saya tidak bermaksud buruk. Maaf mbak, kalau menyinggung. Mohon maaf.

Terimakasih :))

dan satu lagi yang saya tidak bilang ke dia mengenai yang dilarang adalah kegiatan seksualnya bukan ORIENTASI seksualnya.

Coba kita berfikir bersama-sama. Orientasi seksual laki-laki suka dengan laki-laki, atau perempuan suka dengan perempuan. Atau pakai saja istilah mereka, ‘tertarik’ begitu katanya. Namun pada ujungnya kalau sudah tertarik, pasti ingin berhubungan seksual bukan? Karena manusia memang diciptakan dengan nafsu. Nafsu sudah menjadi fitrah manusia, cuman, bisa mengendalikan tidak? Kalau misalnya mendebat lagi. Cuman tertarik kok. Terus sampai tua akan begitu terus?

Kemudian transgender. Misalnya laki-laki menjadi perempuan. Nah apa mereka ndak sholat? Mau ikut jamaah laki-laki potongan sudah perempuan. Mau ikut jamaah perempuan, fitrahnya kan laki-laki.

Sudahlah.

dan seterusnya.

saya versus sekian banyak orang.


Pada intinya ketika saya menyeru kebaikan kepada seorang teman, lalu muncullah teman-teman lain yang bilang saya fanatik.

Jadi pada dasarnya, hidup di jaman seperti ini, apapun keyakinanmu, pertahankan keimananmu. Kalau kamu islam, jangan cuman jadi islam KTP, tapi pahami islammu.

Sumpah, saya lelah. Namun saya yakin, membela agama Allah SWT, tidak ada salahnya.

Saya heran, ketika ada orang yang mendalami agamanya dibilang fanatik. Kemudian kalau ada orang yang berhijab, dibilang teroris.

Saya lelah.

41 thoughts on “Ya Allah, Tolong.

  1. Kita perlu memandang berbagai sisi tanpa meninggalkan landasan agama. Kata Buku, slam itu syummul, mencakup seluruh aspek kehidupan. Tak apa dibilang fanatik. Manusia perlu bertindak atas dasar pemahaman dan keikhlasan. Justru semakin paham dg ajaran islam kita akan semakin semangat memperjuangkannya. Semangat berjuang, Ukhti!^^

    Liked by 1 person

  2. Aku sendiri bukan orang yang religius, belum berhijab, dan masih banyak kekurangan sebagai seorang Muslim. Tapi, apa pun yang Insya Allah dalam agama ini mampu aku taati, aku akan taati dengan sepenuh hati.

    Membahas yang di awal, jujur ayah sempat berniat memasukkanku ke sekolah katolik (sekali lagi, keluargaku bahkan bukan keluarga religius) untuk beberapa alasan kalau aku nggak bisa masuk sekolah negeri. Dalam hati, waktu kecil sempat tertarik. Belajar bagaimana sebuah agama menilai agama mereka sendiri dan agama lainnya. Lagipula, belajar itu juga tanpa batas, sepertinya. Apa pun yang setidaknya membawa manfaat, patut dipelajari.

    Itu dulu, sampai akhirnya aku menolak karena takut iman nggak kuat (yah, bayangkan saja betapa labilnya anak usia SD, sama seperti waktu aku tertarik soal itu). Jadi sekarang, sebisa mungkin aku belajar soal agamaku sendiri, walau nggak mempeng banget 😀

    Soal LGBT, aku sempat bahas dengan teman di twitter. Aku sedih, jujur. Di zaman yang semakin moderen dan maju, seharusnya diikuti pula dengan perkembangan pola pikir manusia juga. Well, seperti kata Kakak, aku jadi berpikir bahwa zaman bukan semakin maju, tapi semakin mundur dan kacau. Kembali ke zaman Nabi Luth, yang bahkan peristiwa sejenis seperti ini sangat dihindari.

    Tapi, suatu kali aku membaca komentar di ask.fm, bahwa para LGBT juga punya hak untuk bahagia. Sampai tahal itu, aku justru merasa iba. Dan baca artikel ini pun, masih ada sebagian dari diriku yang menolak. Yah, antara setuju dan tidak setuju. Aku setuju karena, para LGBT pastilah orang-orang beragama. Mereka seharusnya paham bahwa berhubungan sesama jenis itu tidak diperkenankan oleh Allah atau Tuhan mereka. Aku juga yakin bahwa pelegalan LGBT semakin membuka ruang bagi mereka untuk semakin menyimpang. Kecewa? Sangat pastinya.

    Dan tidak setujunya… aku hanya merasa keadaan seperti inilah yang membuat para LGBT makin terpojok. Benar, bukan para pelaku yang harus disingkirkan, dibenci, diberantas, atau sebagainya. Aku hanya merasa, aku punya hidup, mereka juga punya hidup masing-masing. Memang pilihan merekalah yang membawa mereka menuju cemoohan dan makian, tapi apa pun keputusan mereka ya biarlah jadi keputusan mereka. Kita memang berhak mengingatkan, tapi kalau memang nggak bisa, anggap saja mereka belum dapat hidayah dan tinggal menunguu kehendak Allah untuk memberikan peringatan.

    Well, tolong jangan dianggap aku merendahkan artikel ini atau semacamnya, aku justru bersyukur karena dapat ilmu baru. Yah, aku juga ikut merasa lelah karena dunia yang sudah jungkir balik ini. Sama sekali nggak berharap pelegalan LGBT itu ada, apalagi sampai ke Indonesia. Mau berontak, tapi sama siapa? Aku toh juga belum bisa apa-apa soal beginian 😥

    Like

    • Yak, hidup memang pilihan, mau milih kanan atau kiri, itu semua ada positif dan negatifnya. Tinggal pinter-pinteran kita, mana yang terbaik bagi kita.

      Nah, ‘LGBT juga punya hak untuk bahagia. Sampai hal itu, aku justru merasa iba’.

      Aku ibanya walaupun mereka beragama dan sudah ada Al-Quran yang disediakan untuk pedoman hidup kita, hati mereka masih tertutup. Dan persoalan bahagia, menurut saya mereka belum sadar bahwa dengan berorientasi seksual seperti itu pun mereka tidak akan mencapai kebahagiaan sejati. Karena pasti ada aja yang mencemooh, menghina, atau bahkan membully. (Bukan saya, karena saya sendiri punya teman dekat yang LGBT. Sayang banget sama dia. Yah, overall, dia manusia juga kan?).

      Karena, Al-Quran menjelaskan bahwa kebahagiaan di dunia ini/ kemewahan di dunia ini hanyalah sebagian kecil jika dibandingkan dengan akhirat nanti. (Kemarin habis baca tapi lupa ayatnya, maafkan .. pokoknya di juz 18)

      Dan kita di bumi ini hanyalah sementara. Sebenarnya apa sih tujuan kita di bumi ini? Mencari bekal untuk di akhirat nanti dan menjadi manusia sebaik-baiknya manusia, agar bisa berkumpul dengan keluarga di surga, bertemu dengan Rasulullah a.s dan Allah SWT. Indah bukan?

      Dan aku pun juga belum bisa apa-apa. Masih belajar .. :3

      #CMIIW

      *gapapa kok panjang, bahkan itu bisa kamu jadiin pos baru mu. heheheh. dan aku ga nyangka yang bakal baca pos ini banyak, krn bahasan sensitif kan. hmmmm. speechless dah

      Like

      • Ehm, gimana ya? Rasanya pemilihan kataku kurang tepat ya? :’D Bahagia yang kumaksud seperti, “Ya sudah, itu keputusan mereka. Toh kita sudah berusaha memberitahu.”

        Selalu ada dua kemungkinan yang muncul di dalam otak ketika memikirkan persoalan seperti ini. Mungkin mereka bisa sadar (atau mendapat hidayah, mungkin?), atau justru semakin keukeuh dengan pilihan. Nggak jarang cemoohan justru semakin menguatkan mereka pada pilihan mereka, mungkin 🙂 Jujur, aku sendiri belum pernah terjebak atau berada di tengah-tengah LGBT, atau pun punya seorang teman LGBT. Aku sendiri meyakini bahwa reaksi pertamaku ketika andaikan aku tahu temanku adalah seorang LGBT adalah menjauh. Entah benar atau salah.

        Yap! Aku juga sering berpikir seperti itu; kenapa dan untuk apa kita diciptakan. Walau pun banyak penjelasan tentang itu, aku sendiri belum merasakannya sebagai sebuah tujuan (yah, mengingatkan lagi, aku bukan orang religius (atau belum?)). Yang jelas berharap suatu saat aku bisa merasakan sendiri untuk apa aku ada; lebih dari merasakan momen eureka.

        Haha, justru yang seperti ini banyak yang minat ‘kan? Bisa berbagi pendapat dan menelisik seberapa kuat kita peduli terhadap sesama 😀

        Liked by 1 person

      • yuhuuuu, tetap semangat belajar agamanya. selamat berbuka ya! (walapun masih beberapa menit lagi tapi aku ucapkan lebih awal deh) ^^

        terimakasih sudah membaca dan memberi komentar. :)) hoho.

        Like

  3. Haha… topik LGBT ini susah habis ya :)))
    Ngomongin LGBT, seringkali akan ada argumen tentang hak asasi, kayak yang di atas itu.. “LGBT itu pilihan, kita gak usah ngomentarin.”

    Well, gampangnya aja lah. Saya menolak pernikahan sejenis dan LGBT karena di agama saya hukum menikah dan praktik seksual sesama jenis itu tidak dibenarkan. Jadi kalau ada saudara seagama saya yang LGBT, ya saya ingatkan kalau itu salah. Sudah, itu saja bagi saya cukup karena agama seharusnya jadi dasar tuntunan hidup. Kalau ternyata di dalam agama yang dipeluk pelaku LGBT itu gak ada larangan tentang sesama jenis, ya sudah… lakum dinukum waliyadin… 🙂

    Perkara HAM, selama saya mengingatkannya dengan cara yang baik, gak pake menghujat, menganiaya, apalagi sampai teriak-teriak kafir dan bunuh-bunuhan, kayaknya gak masalah. Toh yang kita bisa memang cuma mengingatkan dan mendoakan, perkara hati itu sudah ada Yang Maha Membolak-balikkan 🙂

    Hehe, sabar aja Dis… sorry komen kali ini panjaang banget 😀

    Liked by 1 person

    • iya mbak makasih.
      gapapa mbaaaaak. aku malah bahagiaa. ^_^

      suka banget yang ini: selama saya mengingatkannya dengan cara yang baik, gak pake menghujat, menganiaya, apalagi sampai teriak-teriak kafir dan bunuh-bunuhan

      *bighug !

      Like

      • Soalnya eman juga dengan orang yang maksudnya mengingatkan tentang hal yang benar tapi caranya gak baik. Menurutku cara-cara yang gak baik justru menodai kebenaran yang sedang disampaikannya. Saya percaya kamu gak akan pake cara-cara yang gak baik untuk mengatakan yang benar. Keep going strong! peluk balik 🙂

        Liked by 1 person

      • tapi saya khilaf, lain kali saya private message aja dah, soalnya orang-orang langsung sewot mbak ..

        bahasanya juga udah di baik-baikin padahal ..
        hahaha

        yasudahlah yang lalu biar berlalu.

        terimakasih! :))

        Liked by 1 person

  4. Awalnya bingung arah inti dari artikel di atas, tapi ketika baca sampai habis, saya mulai mengerti. Dan terus terang, saya setuju dengan ini. Islam, LGBT, Hijab, dan semuanya.
    Saya rasa, orang2 yang mengeritikmu ketika kamu benar itu yang saya pikir terlihat jelas kemunafikannya.
    🙂

    Like

  5. hai kak, keren nih pemikirnnya..
    sempat nulis soal LGBT di kosankechut.wordpress.com
    tapi ngga se keren ini hehe

    menyoal aktivis dan antivis, ini yang sering disikapi… menjadi masalah setelah seorang aktivis menyebarkan bahwa legalisasi LGBT adalah toleransi, di sejajarkan dengan persamaan agama atau suku/ras… padahal LGBT ngga sebercanda itu…

    juga teman teman antivis dengan setumpuk firman tuhannya dan berbagai literatur argumentasi secara moral yang, dapat saya bilang debat-able… ditambah dengan, yang kini banyak, akun akun dakwah dengan pengkafiran atas pihak minoritas…

    terimakasih sudah memposting ini, saya yakin mbak nya sangat paham apa yang ditulis hehe.

    Like

  6. Saya terus terang kurang mengerti bagaimana jalannya perdebatan di Facebook itu (saya menangkap itu sebagai sebuah thread) tapi saya pikir saya bisa menangkap gambaran besarnya. Sebuah gambaran dengan banyak isu yang sangat sensitif, jadi penilaian saya sangat mungkin bias soalnya pemahaman saya sangat dangkal dan saya tak punya kapasitas untuk memberikan judgement, tapi kalau saya bilang sih… kadang kita mesti sepakat untuk tidak sepakat.

    Jadi hitam putih dan abu-abu itu adalah yang soal ini, ya?

    Like

    • entah saya mau bilang apa lagi .. itupun yang masukkan disini nggak semua.

      iya, sepertinya saya sudah jelaskan maksud saya apa, namun teman saya dengan kebanggaran jenggot berkata saya fanatik dan menafsirkan itu dengan hal yang lain.

      yang lain hanya me-‘like’ ketika saya dikeroyok -_________-

      namun saya nggak menyesal udah ngingetin temen. diterima alhamdulillah, ga diterima ya gapapa. lain kali di message aja. saya khilah kak, sungguh khilaf.

      sedih untuk mereka yang seperti itu.

      Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s