Lagi-lagi IP

Lagi-lagi IP

“Kalau punya IP jangan bagus-bagus. Biasanya kan yang dicari perusahaan itu pengalamannya. Kalau ga ada pengalaman percuma. Terus biasanya kalau orang IP tinggi itu individualis. Makanya perusahaan gamau”

Peh! Aku tidak hafal semua perkataan yang dia bilang, tapi itu sebagian besar yang aku tangkap. Aku tidak tahu menahu seperti apa yang sebenarnya yang dicari oleh perusahaan, karena jurusanku jauh dari kata ‘perusahaan’ dan tujuan kerjaku nanti juga bukan perusahaan. Namun sebenarnya aku sedikit mengklarifikasi ya, kalau orang dengan IP (Indeks Prestasi) tinggi itu tidak selalu individualis.

Ketika temanku berkata seperti itu, memang itu urusan dan hak dia. Namun bagaimana aku tidak mengerutkan dahi, karena IP-ku termasuk tinggi. Bukankah IP itu adalah cerminan usaha dan belajar kita? Kalau misalnya ketika UAS kamu mencontek, lalu nilaimu bagus dan berujung dengan IP yang bagus juga, itu urusanmu. Namun kalau aku, ih nggak level. Toh ujung-ujungnya ketika kamu menghadapi masa depan, itu juga tergantung dengan kemampuanmu sendiri.

Dan aku bukan orang yang indiviualis. Introvert bisa, extrovert bisa, yang jelas satu: aku memang lebih mandiri dalam hal mengerjakan tugas kuliah dan belajar. Teman-teman juga banyak mempunyai IP tinggi dan mereka tidak individualis, bahkan ada yang IP-nya 4 dari semester 1. (Well, rumornya sih seperti itu, tapi yang jelas IP cumlaud). Yang jelas, IP 4 di kalanganku itu wajar.

Ada teman laki-lakiku yang IP-nya 4. Teman sekelasku dari semester satu. Gayanya selalu konservatif, beda denganku yang cenderung cuek, ala kadarnya, pokoknya aku nyaman. Dia selalu berusaha memahami mata kuliah, mengengerjakan tugas dan belajar dengan sungguh-sungguh. Memang dia perfeksionis abis dari penampilan sampai tugas kuliah. Kalau ada yang salah dikiiit aja pasti langsung diedit lagi, tapi dia nggak individualis. Dia tetap sering nongki bareng gengnya, jauh lebih sering daripada aku. Dia tahu kapan waktunya main-main, kapan waktunya harus bertanggungjawab. Jadi, aku pikir dia berhak dapat IP 4.

Sebenarnya, banyak juga temanku yang ber-IP 4 atau cumlaud. Termasuk temanku yang suka kepo blogku ini yang usil abis. Anyway, bisa saja sih aku aku dapat IP 4 dari semester 4 kalau tidak ambil mata kuliah Bahasa Jepang dan Prancis, tetapi aku tidak suka zona nyaman :p

Jadi intinya, aku kurang setuju kalau lagi-lagi ada temanku yang bilang implicitly kalau IP cumlaud itu tidak menguntungkanlah atau tidak pentinglah atau tidak menentukan ini itu, tapi tetap menurutku IP itu bukan kebetulan, tapi diusahakan dan sebuah cerminan tentang kerja keras, usaha, doa seseorang yang mencerminkan tingkat intelegensinya.

26 thoughts on “Lagi-lagi IP

  1. Wah IP, bahasan sensitif ini, hahaha. 😀
    Klo menurutku sih, ada orang-orang yang emang bakat otaknya encer jadi gampang buat dia dapet IP bagus (baca: menyerap pelajaran) tanpa perlu susah-payah. Sedangkan ada orang-orang yang butuh usaha keras (baca: belajar mati-matian) supaya dapat IP bagus. Nah, mungkin yang dimaksud sama temenmu itu jenis orang yang terakhir ini. Jadi maksudnya mungkin jangan hanya orientasinya IP saja, walaupun IP bagus itu susah banget didapatnya ada banyak faktor lain yang harus turut diperhatikan karena memang hidup setelah kuliah semata-mata nggak bergantung sama IP doang.

    Gituh, CMIIW

    Liked by 1 person

  2. nice thought, pada dasarnya orang indonesia emang hobi men-generalisir-kan segala sesuatu, and i just did

    Like

  3. sebagai mantan mahasiswa aku juga nggak setuju kalo ada yang bilang IP itu nggak penting, karena ya itu tadi, IP jadi salah satu pembuktian ‘kerja keras’ selama kuliah 😀

    Btw, salam kenal gadis 🙂

    Liked by 1 person

  4. Sebagai mantan mahasiswa yang dulu pernah dapat kesempatan untuk mengecap rasanya IP cumlaude, saya juga merasa kalau tidak pantas kita mengecilkan arti IP :haha. Tinggi atau rendah, berpengaruh atau tidak untuk dunia kerja, tetap IP itu ada andil di kehidupan seseorang :)).

    Like

    1. waaaah sudah mantan mahasiswa 😀 doakan segera menyusul kak ..

      iyo bener -_- negative vibes seperti itu kudu dihindari. hoho.
      kalau km sendiri kak, dapet IP cumlaude enaknya apa?

      Liked by 1 person

    1. wkwkwkwk
      ga kemana-mana. soalnya gampang dicari di google kak, terus temanku ada yang kepoin gitu, padahal ini blog personal sekali, jadi aku ganti alamat url.
      gitu ceritanyaaaaaa :3 masa ga muncul di beranda?

      Like

      1. hahaha. ceritanya kemarin gembok udah aku buka 2-3 bulan sebelumnya,
        terus temenku kan punya semcam stalker gitu. eh aku di follow -_- dia tau darimana coba padahal twit, wordpress, ga pernah aku share kemana”. fb juga ga temenan.

        serem kan. sebel banget. akhirnya setelah itu aku gembok lagi.

        Like

      2. Walaaah di stalkerin gitu kamunya ya 😀 nggak enak ya kayaknya di stalker, kayak dibayang-bayangi penjahat gitu ._.

        Eh, namamu ganti-ganti ya. dari GadisKP, Pethicor, sekarang Prista 😀

        Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s