Hijab: Ikuti Perintah Allah atau Fashion?

Ide ini muncul ketika salah satu temanku yang non-muslim memakai jilbab. Kalau bagi mereka tidak apa-apa, menurutku juga tidak apa-apa sih, tapi berarti ini mengindikasikan bahwa berhijab itu fashionable. Lebih ke arah ‘fashionable‘nya daripada daripada pembeda antara wanita muslimah dan lainnya. Semacam model kemeja flanel yang suka banget dipakai anak-anak kuliahan (baca: aku). Hal ini bikin aku mikir, kalian itu pakai jilbab karena dapat hidayah atau dorongan hati, atau biar fashionable?

Ketika aku SD, aku masuk di Madrasah Ibtidaiyah, jadi otomatis pakai jilbab. Kemudian ketika SMP, aku masuk SMP negeri, jadi aku lepas jilbab, aku lupa alasan kenapa aku lepas jilbab waktu itu,tapi ketika bertemu guru SD, ada yang bilang, “Gadis jilbabnya kemana? Terbang ya?”. #malu #banget. Kemudian ketika SMP kelas 2 dan 3, aku ingat banget ketika orang tuaku maksa aku berjilbab nanti ketika SMA. Aku ngga mau. Apalagi dipaksa, mana mau. Aku lupa alasan kenapa aku malu, tapi yang jelas dulu guru SMP-ku ada yang melecehkan anak berjilbab. Namanya F (aku masih ingat), dia dipanggil Pak MGN, tapi rupanya dia tidak dengar entah kenapa. Kemudian Pak MGN berkata, “Makanya jangan berjilbab, telinganya ngga kedengaran.” Semacam itulah. Tapi akhirnya, ketika SMA aku-pun berjilbab. Bukan karena paksaan orang tua, tapi karena aku ingin berjilbab. Orang tuaku udah lupa mereka pernah maksa. Alasan memakai jilbabku adalah setengah karena panggilan hati, setengah karena SMA ngga pengen ngeliatin rambutku yang susah diatur. Klasik bukan (tapi aku jujur :3)

Kemudian, rupanya, image perempuan berjilbab selalu dianggap ‘alim’. Padahal, seorang muslim itu ngga sempurna, yang sempurna itu islam.

Waktu SMA-ku adalah waktu dimana aku ‘rocker’ sejati. Sekarang aku masih suka lagu rock, alterbative, dan lain-lain pokoknya yang vocalistnya masih bisa didengerin. Dulu aku suka Asking Alexandria yang scream-nya minta ampun, wooh dengernya dia cuma bilang ‘wawawawa’ sambil teriak-teriak ga paham, Bring Me The Horizon yang ‘Tell slater to not wash his d****’, Suicide Silent, ya macam-macam itulah. Masa kuliah ini yang aku agak kalem. Tapi aku berjilbab ya, bukan berhijab.

Ohya, katanya kalau berjilbab itu mengurangi gangguan-gangguan dari cowok-cowok yang suka usil. Iya, seharusnya begitu. Seharusnya para lelaki itu menghormati wanita muslimah dan menundukkan pandangannya, tapi kalau di Indonesia mah sama aja. Aku sering digodain cowok yang suka nongkrong di pinggir-pinggir jalan. Sering mereka nggodanya itu pakai salam, “Assalammualaikum, mbak.” Aku tau menjawab salam itu hukumnya wajib, tapi males banget liat muka mereka, apalagi jawab salamnya. Salam kok dibuat mainan, kok dibuat nggoda cewek. Trus adalagi, ketika aku memakai rok. Aku lebih sering dan suka memakai celana jins, ketika memakai sopir-sopir angkot itu nggodain, males banget kan. Aku jadi malah merasa ‘aman’ dengan memakai celana.

Orang Indonesia memang kebanyakan masih islam ‘abangan’. Islam dari lahir karena orang tuanya. Yang penting sholat tapi tidak tahu makna dan tujuannya apa. Sholat tapi cepet-cepet (aku kadang-kadang gitu sih, maish belajar~). Islam, tapi tidak mau membaca Al-Qur’an. Jadinya ya seperti itu, seperti melecehkan agamanya sendiri karena ketidaktahuan.

Anyway, kembali ke masalah hijab. Sebenarnya aku ingin berhijab, tapi ketika aku coba ngga cocok karena ngga bisa pakai (–“) Kadang aku juga ingin banget bisa fashionable. Sebenernya fashionable gapapa sih, gapapa banget, tapi kadang kita juga harus ingat tujuan berjilbab itu apa. Bukannya aku judgemental, tapi ketika aku lihat teman-temanku yang berhijab tapi pakaiannya ketat dan di bagian-bagian tertentu itu selalu mengundang pandangannya teman laki-laki yang c****, itu rasanya ngenes dan sebel. Kenapa dia harus pakai ketat, kenapa temanku yang cowok harus ngeliatin.

Berjilbab memang proses, aku ngga menyalahkan mereka yang berjillbab, tapi pakaiannya masih ketat, mungkin mereka masih belajar dan dalam proses. Yang salah itu, yang ngga pakai jilbab, tapi udah tau hukumnya wajib bagi muslimah.

Night thought.

Malang, 17/1/15 21:16

12 thoughts on “Hijab: Ikuti Perintah Allah atau Fashion?

  1. Pingback: home :) | PETRICHOR

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s