Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

facebook.com_2014-06-23_14-49-36

Beberapa hari yang lalu, teman saya ada yang update status seperti ini, “Katanya ada salah satu ayat yang mengatakan nikmat manalagi yang kamu dustakan.” matae aa! tugas gak jelas durung mari-mari, apa ini yang disebut kenikmatan, ndas e a.”

Entah saya mau bilang seperti apa. Jujur, saya agak kaget dia melecehkan ayat AL-qur’an seperti itu. ‘Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?’ adalah Q.S. Ar-rahman ayat 13 yang diulang berkali-kali.

Saya tau, mungkin dia cuma bergurau atau bercanda atau apalah, tetapi tidak seharusnya dia berpikir dan menulis hal seperti itu di status facebook. Padahal dia sendiri juga orang islam. Kamu muslim, tetapi kenapa kamu menghina agamamu sendiri. Kalau kamu muslim, menghina Al-Qur’an, kamu juga nggak mau tunduk kepada perintah Allah atau menuruti kata-kata di dalam Al-Quran, la terus kamu mau nurut siapa?

Padahal, kalau mau kita pikir lebih lanjut, dia bisa kuliah itu juga termasuk nikmat. Masih banyak teman-teman yang ingin kuliah tapi tidak bisa karena terhalang biaya. Atau bahkan banyak yang nyambi sambil kerja, cari duit mati-matian biar bisa tetep kuliah. Kita, aku, kamu, dia, kita tinggal kuliah aja, biaya udah di kasih beasiswa oleh orang tua masih aja ngeluh. Kenapa kamu nggak berhenti aja kuliah, langsung kerja, ngga bakal bingung mikirin tugas kan? simple. Tugas kuliah itu sebenarnya untuk kita juga. Mikir. Buat apa kita kuliah. Kalau kuliah pasti dapat tugas. Ngga mau tugas, berhenti aja.

Gemes aku sama dia. Bisa-bisanya dia mikir kayak gitu.

Kalau mau sukses, memang ada harga yang harus dibayar. Salah satunya, kerja keras. Saya yakin, Allah akan melihat orang-orang yang bekerja keras, dan semua itu akan terbayar nanti di masa depan.

Selain kuliah itu juga nikmat, sehat itu juga nikmat. Bernafas itu nikmat. Di rumah sakit, biaya untuk pernafasan aja permenit udah ratusan ribu. Allah nggak minta kamu duit buat itu semua kan? Allah cuma minta kita nurutin peraturannya dan menjauhi larangannya. Sholat 5 waktu. Itupun bukan untuk Allah, tetapi unutk kita sendiri. Allah nggak butuh kita, kita yang butuh Allah.

Kamu, punya panca indera normal, jasmani rohani yang sehat dan lengkap, nggak cacat, kamu seharusnya bersyukur juga. Banyak teman-teman kita yang disabilitas, tetapi mereka nggak putus asa. Mereka tetap semangat kuliah. Mulai dari teman-teman kita yang tuna netra, tuna daksa, tuna rungu, semuanya, mereka ngga pernah nyerah. Kenapa kita harus nyerah? Bahkan kita juga lebih beruntung daripada mereka.

Contohnya, Kak Reza dari fakultasku. Dia disabilitas. Dia tidak bisa jalan setelah mengalami kecelakaan dua tahun lalu. Entah itu dia bisa sembuh atau tidak, saya berharap dia bisa sembuh. Untuk berjalan, dia selalu memakai alat semacam penyandang begitulah, entah itu namanya apa. Kadang-kadang kuliah kami berada di lantai dua yang tidak adanya liftnya, dan Kak Reza, dia pelan-pelan gitu naik tangga sambil dibantu oleh beberapa teman. Saya tidak pernah mendengar dia mengeluh. Dia juga jarang banget bolos. Kita yang bisa berjalan, itu termaksud nikmat.

Kemudia, ada Mbak Evi. Dia tuna netra. Dia lahir sekitar tahun 1987, hampir seumuran dengan dosen saya. Dia jarang bolos. Orangnya menyenangkan. Saya juga nggak pernah melihat dia putus asa, bahkan saya nggak pernah melihat raut muka dia yang sedih. Dia itu selalu ceria. Saya bangga dan salut banget sama dia. Kita, Alhamdulillah, bisa melihat dengan dua mata kita, itu termasuk nikmat.

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

Kadang manusia memang selalu lupa untuk bersyukur. Saya sendiri, saya bukan makhluk yang sempurna. Tetapi saya selalu berusaha untuk menjadi yang lebih baik. Saya juga berdoa untuk teman saya yang satu itu. Semoga dia segera bertaubat dan sabar. Kalau kita nggak patuh sama Tuhan kita, kita mau patuh sama siapa. Karena di dunia ini, sesungguuhnya kita itu sendiri. Dan hanya Tuhan yang benar-benar bisa kita andalkan, karena manusia itu makhluk yang serba terbatas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s